Bone  

Komitmen Bupati Bone Lawan Narkoba

Foto: Momen PPPK yang akan menerima SK dites urine.

ENEWS, BONE •• Di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Kamis (6/11/2025) pagi itu terasa lebih ramai dari biasanya. Ratusan pegawai tampak memenuhi halaman, sebagian duduk rapi, sebagian lagi tampak menunggu giliran.

Mereka adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi 2022 dan 2023 yang datang untuk menerima Surat Keputusan (SK) perpanjangan kontrak. Jumlahnya mencapai 2.545 orang. Sebuah angka besar yang mencerminkan harapan besar pula.



Namun sebelum sampai pada momen penyerahan SK, seluruh PPPK terlebih dahulu mengikuti tes urine. Petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone terlihat hilir mudik memastikan proses berjalan tertib.

Tidak ada yang tampak tegang, namun setiap orang tahu bahwa prosedur ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk memastikan aparatur sipil negara bersih dari penyalahgunaan narkoba.

“Perpanjangan kontrak ini tidak otomatis. Kinerjanya tetap menjadi penilaian utama. Ada yang satu tahun, ada yang lima tahun. Bisa berlanjut sampai masa pensiun jika memenuhi syarat,” kata Kepala BKPSDM Bone, Edy Saputra Syam, di sela kegiatan.

Para pegawai yang hadir tampak mendengarkan dengan saksama. Ada yang tersenyum lega mengetahui bahwa kesempatan bekerja dan mengabdi bisa terus berlanjut. Ada pula yang tampak merenung, seolah mengingat kembali perjalanan mereka hingga berada di titik ini.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang hadir didampingi Wakil Bupati, memberikan pengarahan dengan nada tegas namun tetap bersahabat. Ia tidak berpanjang kata ketika menyinggung soal narkoba.

“Kalau ada yang positif narkoba, SK-nya tidak akan diperpanjang,” ujarnya lantang. “Dan jangan ada korupsi. Termasuk korupsi waktu.”

Ucapannya membuat suasana sejenak hening. Pesan itu sederhana tetapi mengena. Bukan hanya larangan, tetapi pengingat tentang kehormatan sebagai pelayan masyarakat.

Selain persoalan kedisiplinan, Bupati juga mengajak para PPPK untuk menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya penanganan stunting.

“Bone ini daerah lumbung pangan. Tidak boleh ada anak yang kekurangan gizi,” katanya. “Kerja kita harus sinergis, tanpa ego sektoral. Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.”

Di sela acara, beberapa PPPK terlihat saling berbagi cerita. Ada yang baru memulai perjalanan sebagai tenaga pendidik, ada pula tenaga kesehatan yang bercerita tentang rutinitas mereka di puskesmas pelosok. Masing-masing memiliki kisah, namun satu hal menyatukan mereka: harapan untuk terus berkontribusi.

Hari itu bukan sekadar tentang pembagian SK. Ia adalah perayaan kepercayaan, pengingat amanah, sekaligus titik mulai untuk babak pengabdian berikutnya.

Dan bagi banyak dari mereka, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah cara mencintai tanah kelahiran. (Red)





Tinggalkan Balasan