Syamsiar memang sempat kesal dan marah kepada pihak satgas kebersihan karena wilayahnya kotor dari laporan DLH Bone. Namun ia membantah memecat satgasnya.
ENews, Bone • • Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Macanang, Pemerintah Kabupaten Bone, Syamsiar angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya memecat salah satu satgas kebersihan di wilayahnya.
Sayamsiar menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Syamsiar menjelaskan, beberapa waktu lalu dirinya menerima laporan dari Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupa foto tumpukan sampah di sekitar jembatan Malajena. Ia pun kesal kepada pihak satgas kebersihan karena tak mengerjakan tugasnya.
Namun setelah dicek, lokasi tersebut ternyata masuk wilayah Kelurahan Mattirowalie, bukan Macanang.
“Kebetulan waktu itu saya masih menghadiri acara pengantin di Masjid Al Markas. Setelah selesai, saya langsung meninjau lokasi dan memang benar titik itu wilayah Mattirowalie. Sementara di wilayah saya sendiri juga ada sampah berserakan di sungai, namun belum sempat dieksekusi karena kami, lurah dan camat sedang diminta semua merapat menyambut kedatangan Bapak Gubernur,” jelas Syamsiar kepada ENews Indonesia, Ahad 14 September 2025.
Usai kegiatan bersama Gubernur Sulsel lanjut Syamsiar, dirinya langsung berinisiatif membersihkan sampah yang menumpuk di wilayahnya bersama satgas cadangan Jalan Gunung Kini Balu, Lingkungan Coppoliang.
“Di situlah muncul isu yang dipelintir seolah-olah saya memecat salah satu satgas, padahal itu tidak benar sama sekali. Tak ada yang saya pecat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan sudah berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan Coppoliang, namun satgas yang diminta bantuan tidak hadir. Meski demikian, pembersihan tetap dilaksanakan.
“Alhamdulillah, setelah kami bersihkan, Pak Kabid DLH bersama satgas datang menjemput sampah dengan membawa dua motor pengangkut. Bahkan sampai magrib saya masih berada di lokasi bersama satgas cadangan Macanang dan petugas DLH,” ungkapnya.
Syamsiar berharap klarifikasi ini dapat meluruskan tuduhan yang beredar dan masyarakat bisa menilai langsung kerja nyata di lapangan.
“Intinya, fokus kami tetap menjaga kebersihan lingkungan, apalagi sampah di sungai ini berdampak langsung ke warga,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah 10 orang satuan petugas (satgas) kebersihan Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone geram dengan tingkah Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Macanang, Syamsiar.
Pasalnya, Syamsiar dituding memecat salah seorang anggota Satgas Kebersihan bernama Ali Rusdi tanpa alasan jelas pada Selasa (5/8/2025), bahkan tanpa peringatan dan tanpa koordinasi dengan pihak kepala lingkungan yang bertanggung jawab terkait hal ini.
Ali Rusdi yang dipecat oleh Plt. Lurah Macanang merupakan seorang petani warga Jalan Kinibalu, Kota Watampone yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai Satgas Kebersihan.
“Didatangi langsung rumahnya pak Ali, dipecat di rumahnya tanpa alasan jelas. Kami datang ke kantor lurah untuk memintai penjelasan beliau,” kata Kepala Lingkungan Coppo Leang, Dalpa kepada ENews Indonesia, Rabu (6/8/2025) lalu.






