Kinerja Kepolisian Polres Bone Dikeluhkan: Bapak Saya Dikeroyok, Tak Ada Pelaku yang Diamankan

Foto: Korban Tanjeng saat dirawat di rumah sakit.

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Seorang wanita bernama Arfiani Meliani (33) mengeluhkan kinerja kepolisian dari Polres Bone, Polda Sulsel terkait laporan pengeroyokan yang dilayangkannya pada Ahad (30/4/2023) silam. Arfiani menyatakan bahwa laporan tersebut tidak ditindak lanjuti pihak kepolisian hingga saat ini.

Hal itu diungkapkan Arfiani saat ditemui di kediamannya pada Senin (11/12/2023). Arfiani menceritakan, korban dugaan pengeroyokan tersebut adalah bapak kandungnya yang bernama Tanjeng (68).

banner 728x250      
 

Aksi dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di Lingkungan Labempa, Jalan Veteran, Kelurahan Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan sekira pukul 21.26 Wita, Ahad (30/4/2023).

“Kejadian bermula ketika bapak saya bertamu di rumah temannya. Saat itu sekelompok orang yang sedang minum di depan memanggil bapak saya untuk keluar,” ungkap Arfiani.

Lebih lanjut Arfiani menyampaikan, saat dipanggil tersebut, bapaknya ditanyai beberapa pertanyaan dan tiba-tiba salah seorang pria di tempat itu memukul Tanjeng dengan gelas.

“Ditanyai sambil ditarik tangannya. Nah, saat ditarik, salah seorang lagi dari belakang menghantam kepala bapak saya dengan gelas hingga mengucurkan darah,” paparnya.

Lebih lanjut Arfiani memaparkan, saat dihantam gelas, korban pun melarikan diri dan kembali dikejar menggunakan sebilah parang.

“Namun bapak saya hanya dilempari parang yang masih dalam sarungnya, bapak saya kembali jatuh dan akhirnya berhasil melarikan diri. Kami pun membawa bapak ke rumah sakit,” kata Arfiani.

Arfiani pun mengungkapkan, sebelumnya, Tanjeng (korban. Red) menagih utang ke salah seorang warga setempat.

“Waktu itu bapak saya bertamu di rumah warga bernama Ente setelah dari menagih utang. Di hari sebelumnya bapak saya memang berulang kali pulang balik ke daerah situ untuk menagih utang. Tapi bapak saya tidak pernah menagih kasar, bahkan hanya terus dijanji-janji saja. Mungkin itulah yang memicu pemuda setempat mengeroyok bapak saya,” urainya.

Arfiani pun berharap, pihak kepolisian memberi titik terang atas masalah yang menimpa orang tuanya tersebut.

“Saya sudah berulang kali ke kepolisian Polres Bone tapi tidak ada kejelasan terkait hal ini, malah polisi bilang sudah memanggil saksi tapi saksi tidak datang,” kata Arfiani kesal.

Redaksi Enewsindonesia.com mencoba mengkonfirmasi kasus ini ke pihak penyidik Polres Bone yang menangani kasus ini namun belum mendapatkan tanggapan. Redaksi akan terus berusaha mengkonfirmasi hal ini ke kepolisian Polres Bone. (Abdul Muhaimin)

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  

Tinggalkan Balasan