Berau  

Kesultanan Gunung Tabur Bersilaturahmi ke Baloy Mayo Adat Tidung

Foto: Berpose bersama di ruang Lamin Bantong di momen kunjungan Kesultanan Gunung Tabur di Baloy Mayo Adat Tidung. (Dok. Enews)

ENEWS BERAU •• Ketua Majelis Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, YM. Haji Adji Mulyadi bersilaturahmi ke Baloy Mayo Adat Tidung di Jalan Yaqi Bagu Turakon, Selasa (28/1/2025).

Hal tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar lembaga adat di Kalimantan.



Kehadiran Mulyadi disambut hangat oleh YM Amiril Pengiran Haji Mochtar Basry Idris selaku Kepala Adat Besar Tidung Kalimantan di Baya Yampu Amiril Pengiran Djamaloel Qiram.

Rangkaian acara dimulai dari ruang Lamin Bantong depan Singgasana dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang Alad Kait dan Alad Kemagot, dimana diskusi mendalam mengenai sejarah Kerajaan Tidung dan Kesultanan Gunung Tabur berlangsung penuh kehangatan.

Kesempatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan pemahaman sejarah untuk memperkuat nilai-nilai adat yang diwariskan.

Setelah diskusi dan foto bersama yang dilakukan di ruang Lamin Bantong, kegiatan berlanjut ke Bayan Intamu AP. Machkuta Adji Raden Alam.

Dalam suasana santai, para tokoh adat melanjutkan pembicaraan sambil menikmati kopi, menciptakan suasana yang akrab dan penuh persaudaraan.

Momen-momen seperti ini menunjukkan bagaimana adat dan tradisi masih menjadi pengikat yang kokoh dalam menjaga keharmonisan dan kerja sama antar wilayah.

Diskusi yang berlangsung tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat rasa saling menghormati antara Kesultanan Gunung Tabur dan Lembaga Adat Besar Tidung Kalimantan.

Sebagai simbol penguatan ikatan silaturahmi, acara ini diakhiri dengan penyematan Selampoy oleh tuan rumah kepada tamu kehormatan.

Penyematan ini melambangkan rasa hormat dan komitmen bersama untuk terus menjaga hubungan erat antara kedua lembaga adat.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan nilai-nilai budaya mampu menjadi jembatan yang kuat dalam memperkokoh persatuan, khususnya di tengah keberagaman adat dan budaya Kalimantan.

Laporan: Ardiansyah





Tinggalkan Balasan