Bone, News  

Karut Marut Pasar Bajoe, Kepala Pasar Disebut Tak Tegas dan Tak Pernah Ngantor

Foto: Pasar Bajoe, Kabupaten Bone. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Kepala Pasar Bajoe, Zainal disebut tak becus mengurus pasar kedua terbesar di Kabupaten Bone tersebut. Pasalnya, semenjak dia menjabat kepala pasar, keadaan Pasar Bajoe semakin amburadul.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa pedagang di Pasar Bajoe kepada Enewsindonesia.com.

banner 728x250      
 

“Tidak pernah ngantor itu kepala pasar (Zainal), tidak pernah lihat masyarakatnya di sini, bagaimana keadaannya. Pernah datang gara-gara ada berita naik di media itu hari tentang amburadulnya pasar ini. Ituji saja namuncul,” kata salah seorang pedagang Andi Aminah kepada Enewsindonesia.com, Selasa (11/6/2024).

Aminah membeberkan, target pengelola Pasar Bajoe sejumlah Rp300 ribu per hari atau Rp 9 juta per bulan untuk disetor ke Dinas Perdagangan Kabupaten Bone.

“Sedangkan penjual di Pasar Bajoe mencapai ribuan orang. Nah, siapa yang ambil lebihnya?” kata Aminah kesal.

Lebih lanjut Aminah menyampaikan, bahwa terdapat beberpa area parkir liar di Pasar Bajoe yang hasilnya entah kemana.

“Kemudian parkiran tanpa karcis. Ada lima tukang parkir. Hasil parkir itu kemana? Untuk kebersihan memang itu wajib, itu tidak ada masalah, itu tidak bisa diganggu gugat. Tapi, hasil pembayaran parkir ini kemana? Dan pembayaran iuran Rp 3000 per pedagang itu kemana?,” kata Aminah.

Kembali Aminah menyampaikan, kepala pasar tidak pernah datang atau ngantor.

“Ituji dua anggotanya yang selalu datang. Kepala pasar pernah muncul sekali waktu awal disorot ini pasar, tapi tidak ada yang dikerja, tidak ada ketegasan, tidak seperti kepala pasar sebelumnya pak Iso yang Lurah Lonrae sekarang yang betul-betul tegas. Tidak ada parkir-parkir liar waktu pak Iso menjabat kepala pasar. Sekarang amburadul pasar karena kepala pasarnya begitu,” paparnya.

Ditambahkannya, jikalau alasan pembenahan Pasar Bajoe ini karena terkendala dana, menurutnya itu tidak tepat.

“Apa alasannya? Padahal yang menangani pasar ini mencapai target terus Rp9 juta per bulan. Apa alasannya pasar tidak dibenahi? Jangan pakai alasan kurang dana! Anggaran itu dimana?” Tanyanya.

Semenjak penanganan Pasar Bajoe tersebut diberitakan, Kepala Pasar, Zainal belum memberikan klarifikasi ke Enewsindonesia.com, hingga saat ini.

Sebelumnya diberitakan, Pasar Bajoe, yang terletak di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeluhkan pedagang lantaran tata kelola yang amburadul.

Dalam pantauan Enewsindonesia.com pada Kamis (30/5/2024), area jalan yang mestinya dilalui kendaraan dijadikan tempat berjualan dan lahan parkir yang diduga tak resmi (pungli).

banner 728x250   banner 728x250  

Tinggalkan Balasan