ENEWS, BANTAENG •• Polres Bantaeng menyoroti maraknya unggahan media sosial yang membesar-besarkan kondisi banjir yang terjadi beberapa hari terakhir. Sejumlah akun palsu terpantau mengunggah foto banjir dari daerah lain namun diberi narasi seolah-olah terjadi di Kabupaten Bantaeng.
Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H., mengungkapkan keprihatinannya karena informasi palsu semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat yang tengah berupaya pulih dari dampak banjir.
“Penyebaran informasi tidak benar di tengah situasi darurat bisa memicu kepanikan dan menghambat penanganan di lapangan. Kami minta masyarakat lebih bijak sebelum mengunggah atau membagikan konten,” tegas Kapolres, Selasa (9/12/2025).
Ia menyampaikan bahwa Polres Bantaeng terus memantau akun-akun anonim yang diduga sengaja menyebarkan hoaks terkait kondisi kebencanaan.
Ditegaskannya, jika ditemukan unsur kesengajaan yang merugikan publik, langkah hukum dapat ditempuh.
Kapolres juga mengingatkan bahwa hoaks berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk kepentingan tertentu, termasuk penipuan berkedok penggalangan dana.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan menjaga suasana tetap kondusif, sembari aktif membantu upaya pengurangan risiko bencana.
Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, hingga melaporkan informasi yang benar jika terjadi potensi bahaya.
“Dalam kondisi bencana, yang dibutuhkan adalah ketenangan dan kebersamaan. Mari bantu pemerintah dan aparat dengan menyebarkan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Melalui imbauan ini, Polres Bantaeng berharap warga semakin cermat dalam menerima dan membagikan informasi, sekaligus ikut menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Bantaeng.
Kontributor: Ismail L






