Kadisdik Sinjai Paparkan Penanganan ATS di Forum Kemendes PDT

Kadisdik Sinjai, Irwan Suaib, memaparkan strategi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam forum Berbagi Praktik Baik Kemendes PDT, Jumat (30/10/2026).
Kadisdik Sinjai, Irwan Suaib, memaparkan strategi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam forum Berbagi Praktik Baik Kemendes PDT, Jumat (30/10/2026).

ENEWS, SINJAI ••》Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, memaparkan strategi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam forum Berbagi Praktik Baik yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jumat (30/10/2026).

Dalam forum yang berlangsung secara virtual tersebut, Irwan menjelaskan sejumlah inovasi Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk mempercepat penanganan dan menekan angka ATS.

banner 728x250

Inovasi tersebut meliputi aplikasi pendataan ATS Tassikolasi yang dikembangkan sejak 2023, Program Orang Tua Angkat, Tutor Angkat, dan Balibolae.

Selain itu, Dinas Pendidikan Sinjai juga menjalankan SIGAP ORTU dan Sahabat Rangkul sebagai upaya mencegah anak-anak yang berisiko putus sekolah.

Irwan mengatakan, penanganan ATS membutuhkan langkah terarah, inovatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup hanya melalui pendataan, tetapi harus disertai intervensi nyata.

“Kami terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pendataan, tetapi juga memastikan adanya langkah intervensi nyata agar setiap anak memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, anak yang telah putus sekolah perlu dirangkul kembali, sementara anak yang berisiko putus sekolah harus mendapatkan pendampingan sejak dini.

“Anak yang sudah putus sekolah harus kita rangkul kembali, sementara anak yang berisiko putus sekolah harus kita cegah sejak dini. Karena itu, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Irwan juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, satuan pendidikan hingga masyarakat.

Menurutnya, penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi dan komitmen bersama agar program yang dijalankan tepat sasaran.

Melalui forum tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai berharap pengalaman dan inovasi yang diterapkan di daerahnya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain dalam menangani persoalan anak tidak sekolah.

Upaya tersebut diarahkan untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkeadilan.

Jurnalis: Asrianto





Tinggalkan Balasan