Sekda Sulbar Pimpin Pemetaan Talenta, 1.800 ASN Bakal Jalani Profiling

ENEWS, MAMUJU ••》Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai membenahi sistem pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta. Sebanyak 1.800 ASN disiapkan mengikuti profiling untuk memetakan potensi, kompetensi, dan kinerja aparatur.

Langkah tersebut dibahas dalam Pra Ekspose Pembangunan Manajemen Talenta yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, melalui Zoom Meeting di Ruang Sekprov, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (3/11/2026).

banner 728x250

Didampingi Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, Junda memaparkan kondisi dan kebutuhan sumber daya aparatur sebagai dasar penerapan sistem pengembangan karier berbasis kompetensi dan kinerja.

Saat ini, Pemprov Sulbar memiliki 10.987 ASN, terdiri atas 5.099 PNS, 1.756 PPPK, dan 4.132 pegawai yang dalam paparan disebut P3W.

Junda mengungkapkan, pemetaan talenta masih terkendala belum lengkapnya pembaruan data penilaian potensi, kompetensi, kinerja, serta penghargaan ASN. Kondisi tersebut dinilai perlu dibenahi agar penempatan dan promosi jabatan memiliki dasar penilaian yang terukur.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Sulbar merencanakan profiling terhadap 1.800 ASN dengan dukungan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kita akan mengikutkan pada kegiatan profiling. Mudah-mudahan berkat dukungan dari BKN yang sudah kita rencanakan, akan melakukan profiling lagi kepada 1.800 ASN. Ini tentunya akan sangat membantu dalam memperbaiki data masing-masing ASN,” ujar Junda.

Selain pemetaan kompetensi, Pemprov Sulbar juga mencatat sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong maupun akan ditinggalkan pejabat karena perpindahan tugas dan pensiun. Di antaranya Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Inspektur, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pemprov Sulbar juga menyiapkan regulasi penghargaan bagi ASN berprestasi serta sanksi bagi pegawai yang tidak memenuhi kinerja atau melakukan pelanggaran sesuai ketentuan.

Pengisian jabatan strategis nantinya diarahkan melalui penyusunan kandidat suksesor dengan tahapan penilaian rekam jejak, kompetensi, penyusunan makalah atau policy brief, presentasi, hingga wawancara.

Junda menegaskan, manajemen talenta akan menjadi instrumen pembenahan sistem karier ASN agar lebih transparan, objektif, dan sesuai kebutuhan organisasi.

Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Sulbar menargetkan promosi dan pengembangan karier tidak sekadar didasarkan pada pertimbangan administratif, tetapi juga potensi, kompetensi, serta rekam kinerja aparatur. (HW/*)