ENEWS  

Jurnalis Bone Warning Pegiat Medsos Curi Karya Mereka

3 akun yang kerap mencuri hasil karya jurnalis Bone.

ENEWS BONE •• Kalangan jurnalis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali resah dengan munculnya kembali oknum pegiat media sosial (medsos) yang mencoba meraup keuntungan dengan “membongkar” isi berita hasil karya mereka.

Hal tersebut sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Bone pada awal tahun 2024 lalu yang membuat wartawan di Bone geram hingga menggelar aksi demonstrasi dan berujung di kepolisian Polres Bone.



Foto: Jurnalis Bone saat menggelar aksi di Tugu Jam Kota Watampone melawan oknum pegiat medsos yang mengcopy-paste hasil karya mereka.

Salah seorang oknum pegiat medsos kala itu gila-gilaan muncuri hasil karya jurnalis di Bone pun dipolisikan. Namun akhirnya oknum tersebut mengakui kesalah lalu meminta maaf di hadapan wartawan.

Namun akhir-akhir ini hal itu terulang lagi, dalam pantauan dan hasil diskusi jurnalis di Bone, terpantau terdapat tiga akun medsos yang membongkar isi hasil karya jurnalis diantaranya: Bone Info, Sekilas Bone, dan Info Bone Selatan.

“Seharusnya akun-akun sosial media ini memahami hak cipta, produk jurnalistik nggak muluk-muluk ada, tetapi ada usaha di baliknya. Para jurnalis ini bekerja secara profesional dengan meramu isu, mengumpulkan informasi, interview, dan menulis. Sementara mereka hanya dengan modal copy-paste. Bahkan tulisan pitcher saya juga disikat,” ucap Ashari dari media Harian Fajar, Ahad (4/5/2025.

Selain itu Ashari menjelaskan, akibat ulah para oknum pegiat medsos ini, royalti yang masuk ke media tidak ada.

“Mereka dapat keuntungan berupa adsense atau endorse dari postingan itu. Keuntungan hanya masuk ke kantong pribadi, sementara jurnalis yang bekerja di lapangan tidak mendapatkan apa-apa,” kesalnya.

Hal senada juga disampaikan Jurnalis Tribu Timur, Wahdah. Ia menyarankan agar oknum pegiat medsos ini mempelajari aturan sebelum bergelut di dunia berita dan informasi.

“Bayangkan, kita setengah mati di lapangan lalu kemudian hasil karya kami dicuri. Harusnya, jika niatnya ingin menyebar informasi yang kami himpun cukup judulnya, kemudian isinya, tuntun ke link berita kami,” ujarnya.

“Tapi ini, dia keluarkan sebagian besar isi berita. Walau terkadang ada yang mencantumkan link berita, tapi isi pokok berita sudah dikeluarkan, pembaca sudah malas buka link, karena sudah paham isinya,” sambungnya.

Sementara, Jurnalis Detikcom, Agung Pramono mengaku telah mengkonfirmasi para pegiat medsos ini melalui akun medsos mereka.

“Namun mereka (oknum pegiat medsos. Red) tak menjawab direct massage (DM) kami. Kami selalu ingatkan,” kata Agung.

Agung berharap para pegiat medsos ini memahami aturan dan kerja-kerja jurnalis yang mengumpulkan informasi, wawancara, hingga menulis berita.

“Itu tidak gampang, butuh kerja keras dan cerdas. Tolong dipahami itu,” tegasnya.

#Redaksi





Tinggalkan Balasan