IKDH Makassar Gelar Seminar Motivasi: Bekal Santri Kelola Keuangan

Foto: Ustadzah Sa’diah Said (kanan) yang memperkenalkan metode Acq (Aku Cinta Al-Qur’an) yang menggabungkan pemahaman dan hafalan Al-Qur’an dengan gerakan isyarat. (ENews)

“Menumbuhkan Kemandirian Santri dalam Tata Kelola Keuangan dengan Prinsip-Prinsip Al-Qur’an Menuju Generasi Emas 2045”

ENews, Makassar •• Dalam rangkaian penutupan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Jilid II, Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar menggelar Seminar Motivasi yang diikuti oleh santri pondok pesantren se Sulawesi Selatan (Sulsel).



Seminar yang diberi tema, “Menumbuhkan Kemandirian Santri dalam Tata Kelola Keuangan dengan Prinsip-Prinsip Al-Qur’an Menuju Generasi Emas 2045” ini digelar pada Ahad, 20 Juli 2025 di Aula Serbaguna Asrama Haji Sudiang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan kompetensi santri dalam menghadapi masa depan, terutama dalam hal kemandirian finansial dan penguasaan Al-Qur’an.

Acara dimulai dengan pembukaan seminar pada pukul 09.30 Wita dipandu langsung oleh Moderator, dr. Mardhiana Jamal.

Hadir sebagai narasumber, Yuke Fatihaturrahmah dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjadi pembicara pertama.

Materi ini bertujuan membekali santri dengan pemahaman pentingnya pengelolaan keuangan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pondasi membangun masa depan bangsa.

Dalam pemaparannya, Yuke menekankan pentingnya santri membekali diri dengan prinsip pengelolaan keuangan berbasis Al Qur’an.

“Santri memiliki peran strategis dalam membangun peradaban. Dengan membekali diri dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan berbasis Al-Qur’an, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang mandiri, tapi juga siap menjadi pelopor ekonomi syariah di masa depan,” terangnya.

Sesi berikutnya, yang berlangsung mulai pukul 10.30 Wita, diisi oleh Ustadzah Sa’diah Said yang memperkenalkan metode Acq (Aku Cinta Al-Qur’an) yang menggabungkan pemahaman dan hafalan Al-Qur’an dengan gerakan isyarat.

Metode ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan daya ingat dan pemahaman santri terhadap Al-Qur’an, terutama bagi mereka yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik.

Salah seorang panitia pelaksana, Widy Amaliah Ahmad mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan seminar dengan lancar.

Ia menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan santri saat ini.

“Kami sangat bersyukur acara ini berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Tema tentang kemandirian finansial dan metode hafalan Al-Qur’an sangat penting bagi santri, terutama dalam menghadapi tantangan zaman. Semoga ilmu yang mereka dapat hari ini bisa menjadi bekal jangka panjang, tidak hanya di pesantren tapi juga setelahnya,” ujarnya.

Seminar ditutup pada pukul 12.10 Wita, dengan harapan peserta memperoleh manfaat dan semangat baru dalam menempuh proses pendidikan mereka.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pondok pesantren dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan inovatif, serta memperkuat karakter santri sebagai generasi Qur’ani yang mandiri dan siap menghadapi tantangan zaman.





Tinggalkan Balasan