ENEWS PENDIDIKAN •• Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2025, sejumlah organisasi jurnalis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Lomba Menulis Berita tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bone, yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sabtu (8 Februari 2025).
Kegiatan tersebut diikuti 190 siswa se-Kabupaten Bone dengan pemateri dari pihak pihak kepolisian, TNI, Forbes Anti Narkoba Bone, Baznas Bone, dan materi inti Jurnalistik.
Sejumlah organisasi wartawan tersebut yakni, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bone, Wartawan Independen Bone (WIB), Jurnalis Kunderus Bone (JKB), Jurnalis Online Indonesia (Join) Bone, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bone, serta Forum Jurnalis Bone (FJB).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone, Andi Fajaruddin yang membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan momentum penting pelajar dalam mendapatkan ilmu jurnalistik.
“Bersyukurlah bisa menjadi bagian pelatihan ini, karena tidak semua siswa bisa mengikuti pelatihan ini,” kata Andi Fajaruddin.
Pelatihan ini sangat penting, kata Andi Fajaruddin karena merupakan wadah menambah ilmu, pengetahuan, wawasan, dan keterampilan jurnalistik.
“Pelatihan ini meningkatkan literasi anak-anak dan pelatihan ini menjadi bekal di masa depan,” ungkap Andi Fajaruddin.
“Jadikan pelatihan ini menjadi jurnalis hebat di masa yang akan datang,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Rachmatullah mengungkapkan bahwa animo siswa mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa.
Ullah sapaan akrabnya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat literasi dan kepedulian terhadap dunia jurnalistik di kalangan generasi muda.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa dunia pers adalah salah satu pilar demokrasi yang harus dijaga keberadaannya dengan karya jurnalistik yang bertanggung jawab,” tegas wartawan Kompas Kontributor Bone itu.
Sementara, salah seorang guru dari SMAN 5 Bone, Asrar mengaku bahwa siswanya antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Minat siswanya untuk mendalami dunia jurnalistik sangan tinggi.
“Jika peserta tidak dibatasi, kami bawa banyak siswa, itu bukti bahwa minat siswa-siswi kami tinggi dalam hal jurnalistik. Namun kata panitia harus dibatasi agar semua sekolah bisa ikut serta dalam kegiatan ini,” ujarnya kepada Enews Indonesia, Sabtu (8/2).
Asrar berharap, para peserta bisa memetik ilmu pengetahuan dalam kegiatan tersebut.
“Generasi-generasi yang mendalami dan paham akan ilmu jurnalistik harus terus dijaga agar peningkatan informasi yang kredibel dan pengembangan SDM di Bone lebih baik,” tandasnya.
#Mimienk Lee






