Forbes Imbau Warga Pesisir Bone Waspada Pasca Temuan Kokain 28 Kg di Perairan Selayar

Petugas Polairud bersama nelayan pesisir memperlihatkan temuan paket mencurigakan di kawasan pantai, sebagai ilustrasi kewaspadaan terhadap masuknya narkotika melalui jalur laut pasca temuan kokain di perairan Selayar. (File ENews)

ENEWS, BONE ••》Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone menyampaikan imbauan kepada masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan narkotika jenis kokain seberat 28 kilogram di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Ketua III Forbes, Akmal Kimal, menilai jumlah kokain yang ditemukan tersebut tergolong fantastis dan menjadi indikasi adanya pergeseran pola peredaran narkotika di wilayah Sulawesi Selatan.



Menurutnya, selama ini Sulsel lebih sering menjadi sasaran peredaran narkotika jenis sabu yang menyasar kalangan menengah ke bawah.

Namun, dengan adanya temuan kokain tersebut, diduga jaringan narkotika kini mulai menyasar kalangan menengah ke atas.

“Jumlah 28 kilogram kokain ini sangat fantastis. Ini bisa menjadi indikasi adanya pergeseran pola peredaran narkotika di Sulawesi Selatan, dari yang sebelumnya didominasi sabu untuk kelas menengah ke bawah, kini mulai menyasar pasar kelas menengah ke atas,” ujar Akmal Kimal saat diwawancarai, Selasa (17/3/2026).

Ia juga menilai temuan tersebut dapat menjadi tanda bahwa jaringan narkotika internasional diduga mulai masuk ke wilayah Sulawesi Selatan.

“Temuan ini juga menjadi sinyal bahwa jaringan internasional, bahkan diduga berasal dari Kolombia, mulai masuk ke wilayah Sulawesi Selatan melalui jalur perairan,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, Forbes mengimbau masyarakat nelayan di wilayah pesisir untuk lebih waspada terhadap benda-benda mencurigakan yang ditemukan di laut.

Imbauan tersebut khususnya ditujukan kepada warga nelayan di wilayah pesisir Tanete Riattang Timur, Barebbo, Tonra, dan Salomekko, Cenrana, dan sekitarnya agar segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan benda mencurigakan di perairan.

Selain itu, Forbes juga meminta aparat Polairud untuk meningkatkan patroli di wilayah perairan guna mencegah masuknya narkotika melalui jalur laut.

“Nelayan adalah pihak yang paling dekat dengan laut. Jika menemukan benda mencurigakan di perairan, segera laporkan kepada aparat. Kami juga berharap Polairud dapat lebih intensif melakukan patroli untuk mencegah masuknya narkotika melalui jalur laut,” tegas Akmal.

Forbes berharap kerja sama antara masyarakat pesisir dan aparat penegak hukum dapat mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika di wilayah perairan Sulawesi Selatan. (Try Ardiansyah)





Tinggalkan Balasan