Drama Cinta Berujung Darah di Kamar Kost Bone

Ketgam: Petugas medis memberikan penanganan terhadap seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan di sebuah kamar kost di Jalan MT Haryono, Kabupaten Bone, Rabu (24/6/2026).
Ketgam: Petugas medis memberikan penanganan terhadap seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan di sebuah kamar kost di Jalan MT Haryono, Kabupaten Bone, Rabu (24/6/2026).

ENEWS, BONE ••》Suasana di sebuah rumah kost di Jalan MT Haryono, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, mendadak gempar pada Rabu (24/6/2026). Warga terkejut oleh keributan yang berasal dari salah satu kamar kost, di mana seorang perempuan berinisial SA (39) diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria berinisial SA (40), warga Jakarta Utara. Keduanya disebut memiliki hubungan asmara.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika pelaku berusaha menghubungi korban melalui telepon dan pesan singkat namun tidak mendapat respons.



Situasi itu diduga memicu emosi pelaku hingga akhirnya mendatangi tempat tinggal korban. Pertemuan yang semestinya menjadi ajang klarifikasi justru berubah menjadi pertengkaran. Adu mulut antara keduanya semakin memanas hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan.

Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku diduga mengambil pisau dan melukai pergelangan tangan korban.

Teriakan dan keributan dari dalam kamar membuat keluarga korban serta warga sekitar berdatangan untuk melerai dan mengamankan situasi. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus karena pelaku sempat berusaha melarikan diri.

Dalam kepanikan, ia menabrak jendela kaca kamar kost hingga pecah, yang mengakibatkan sejumlah luka pada tubuh pelaku. Peristiwa tersebut bahkan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan menjadi perhatian warga setempat.

Tak lama setelah laporan diterima, Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang bersama personel Sat Intelkam Polres Bone bergerak cepat menuju lokasi.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Sebelum menjalani pemeriksaan, pelaku terlebih dahulu dibawa ke RSUD Tenriawaru Bone untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya.

Humas RSUD Tenriawaru Bone, Junaedi, membenarkan bahwa baik korban maupun terduga pelaku sama-sama mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun, korban dan terduga pelaku ini masing-masing mengalami luka. Korban mengalami luka pada pergelangan tangan, sementara pelaku mengalami beberapa luka di tubuhnya akibat pecahan kaca,” ujar Junaedi.

Sementara itu, Kapolsek Tanete Riattang, AKP Budhiawan, mengatakan pihaknya masih mendalami motif pasti di balik kejadian tersebut. Meski demikian, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan rasa cemburu yang menjadi pemicu tindakan pelaku.

“Pelaku ini diduga cemburu terhadap korban sehingga mendatangi korban di kamar kostnya. Saat ini pelaku sudah kami amankan sementara di kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata AKP Budhiawan.

Selain menyelidiki kronologi kejadian, polisi juga mendalami keterangan korban yang mengaku telah beberapa kali mengalami tindakan kekerasan dari pelaku sebelum peristiwa terbaru ini terjadi.

Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanete Riattang.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan hubungan pribadi yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada tindakan yang merugikan dan membahayakan orang lain. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai dengan hasil penyelidikan yang sedang dilakukan. (*)





Tinggalkan Balasan