Distribusi Pupuk Bersubsidi di Bone Diduga Tak Sesuai Mekanisme, Oknum OPD Disebut

Ketgam: KMP Cahaya Intan Celebes saat bersandar di Pelabuhan Rakyat Bajoe yang diduga mengangkut pupuk bersubsidi di luar mekanisme resmi. (Dok. Babe)
Ketgam: KMP Cahaya Intan Celebes saat bersandar di Pelabuhan Rakyat Bajoe yang diduga mengangkut pupuk bersubsidi di luar mekanisme resmi. (Dok. Babe)

ENEWS, BONE ••》Dugaan penyaluran pupuk bersubsidi di luar mekanisme resmi mencuat di Kabupaten Bone. Sejumlah pupuk yang diduga merupakan pupuk bersubsidi disebut masuk melalui jalur laut dari Sulawesi Tenggara. Dalam dugaan tersebut, nama seorang oknum kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bone berinisial A ikut disebut.

Informasi itu diperoleh ENews Indonesia dari seorang sopir pengangkut yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku diberi tahu oleh seseorang yang mengoordinasikan pengiriman di pelabuhan bahwa muatan yang diangkutnya merupakan pupuk bersubsidi produksi PT Pupuk Indonesia.

“Kata dia ini pupuk subsidi Pupuk Indonesia milik pemerintah, diangkut lewat jalur laut pakai KMP Cahaya Intan Celebes,” ujarnya.

Sumber tersebut juga menyebut oknum kepala OPD berinisial A diduga menjadi pihak yang mengoordinasikan pengiriman pupuk tersebut.

“Yang koordinir Pak A, gudangnya sebelum Taccipi,” ungkapnya.

Namun, hasil penelusuran ENews Indonesia menemukan adanya kejanggalan.

Seorang pekerja Pelabuhan Bajoe yang enggan disebutkan namanya mengatakan KMP Cahaya Intan Celebes hanya melayani rute Buapinang (Sulawesi Tenggara)–Bone.

“Rutenya Buapinang–Bone saja,” jelasnya.

Keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang diterima sopir, yang menyebut pupuk diangkut dari Makassar.

Perbedaan informasi ini memunculkan dugaan bahwa asal-usul dan jalur distribusi pupuk tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Saat dikonfirmasi ENews Indonesia pada Senin (13/7/2026), oknum kepala OPD berinisial A membantah keterlibatannya.

“Fitnah itu ndi,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone, Nurdin, mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada PT Pupuk Indonesia.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Pupuk Indonesia belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp.

ENews Indonesia masih berupaya menghimpun informasi tambahan terkait asal-usul pupuk tersebut serta akan memperbarui pemberitaan apabila terdapat keterangan resmi dari PT Pupuk Indonesia maupun aparat penegak hukum. (Try Ardiansyah)





Tinggalkan Balasan