ENews, Bone •• Dalam dua hari terakhir, masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) digegerkan tiga kasus penemuan mayat di tiga tempat berbeda.
Pada Rabu, 9 Juli 2025, mayat wanita ditemukan warga mengapung di Sungai Cenrana, Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.
Belakangan diketahui ternyata, mayat wanita tersebut dari Kabupaten Wajo bernama Justia (42). Korban dikabarkan hilang dikabarkan hilang sejak Senin (7/7/2015) lalu.

Kapolsek Tempe, Polres Wajo, AKP Candra Said Nur mengungkapkan, Justia merupakan warga Desa Dare Gettae, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.
“Keluarganya mengakui kalau korban tertekan akibat suaminya melarang bermain media sosial,” kata AKP Candra.
Selanjutnya, Kamis (10/7/2025), sosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan dalam kondisi mulai membusuk ditemukan warga di belakang Bone Trade Center (BTC), Jalan KH Agus Salim, Kota Watampone, sekira pukul 09.30 Wita.
Mayat bayi itu ditemukan dalam kondisi terbungkus sarung kotak berwarna abu-abu dan dikubur dalam tanah.

Pihak kepolisian Polres Bone pun bergerak cepat mengusut kasus ini hingga pada Kamis (10/7) sore, terduga pelaku pembuang bayi diamankan di Mapolres Bone.
“Benar, kami telah mengamankan seorang terduga pelaku yang diduga kuat terlibat dalam pembuangan bayi tersebut. Saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Bone,” ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada media.

Di hari yang sama, Kamis (10/7/2025), Warga Desa Sailong Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone digegerkan dengan penemuan mayat lansia yang bersimbah darah di pematang sawah.
Korban bernama Samsuddin (58) yang merupakan warga Dusun Data, Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe.
Samsuddin diketahui tewas ditangan MM (45) yang juga merupakan warga Dusun Data, Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe, setelah mendapatkan luka terbuka dibagian leher dan luka tusuk di perut.
“Setelah diinterogasi motif pelaku MM tega menghabisi Samsuddin dikarenakan dendam lama,” kata Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar.
Rayendra mengaku semasa hidup Samsuddin diduga sering memfitnah pelaku dengan cerita yang tidak jelas.
“Sering katanya dicerita tidak jelas oleh korban semasa hidupnya makanya pas ada kesempatan pelaku mendatangi korban dan sempat terjadi cekcok,” bebernya.
Kepada pihak kepolisian MM mengaku korban sempat memintanya untuk mengeluarkan parang miliknya.
“Ditantang i katanya sama pelaku, dan pelaku merasa tertantang makanya langsung na buka parangnya dan langsung na tebas lehernya, kemudian punggung dan juga perut korban sebanyak satu kali,” ucapnya.
Dari rangkaian kejadian dalam dua hari di Kabupaten Bone ini, penulis mengajak masyarakat untuk bersama mengambil pelajaran untuk tetap mensyukuri hidup yang telah ditakdirkan, menjaga mulut, memperbaiki hubungan silaturahmi, menahan hawa nafsu serta bersama menjalankan perintah agama dan kepercayaan masing-masing.
(Mienk/Redaksi)










