ENEWS BONE •• Istri Rudy S Gani (korban penembakan) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Hj Maryam (45) mengungkapkan, ada banyak kasus yang didampingi sang suami (korban) selama menjalankan profesinya sebagai pengacara.
Maryam mengaku selalu mendampingi suaminya setiap melakukan sidang perkara klien yang didampingi suaminya.
“Semua sih besar (kasus. Red), karena ada pidana ada perdata. Tidak (ada melibatkan orang-orang besar),” kata Maryam di hadaoan awak media saat menunggu proses autopsi jenazah Rudy di Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jl Kumala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (1/1/2025) siang.
Menurut Maryam, selama menjalankan profesinya sebagai pengacara, Rudy tidak pernah bermasalah serius dengan orang.
“Tidak pernah, bapak itu orangnya sabar, tidak pernah cekcok sama orang walaupun orang agak anu sama dia, dia tetap senyum. Tidak pernah bermasalah sama orang setahu saya,” kenangnya.
Adapun kasus terakhir yang didampingi Rudi, lanjut Maryam, yaitu tentang penyerobotan lahan.
“Waktu hari Selasa (pekan lalu) jam 10 saya (sama Rudi) tinggalkan rumah ke Polres (Bone) masuk ke Tahbang dampingi penyerobotan lahan,” ungkap Maryam.
“Bapak (Rudi) yang dampingi terlapor (kasus penyerobotan lahan), setelah itu dia sempat ikuti sidang,” sambungnya.
Detik-Detik Penembakan Rudy S Gani
Hj Maryam mengaku berada di samping suaminya saat tertembak oleh orang tak dikenal. Ia dan Rudi tengah berkumpul di rumah dengan sanak keluarga acara makan bersama sembari menunggu malam pergantian tahun 2025.
“Kita sementara makan-makan sama keluarga, tiba-tiba ada suara ledakan langsung dia (Rudi) tergeletak,” kata Maryam.
Maryam menyaksikan langsung tumbangnya sang suami yang tepat berada di sampingnya. Namun Maryam mengaku tidak mengetahui pasti sumber ledakan.
Dikatakannya, di sekeliling rumahnya di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, suasananya tidak begitu terang.
“Tidak ada saya lihat (orang di luar rumah) karena gelap juga, karena ada mobil terparkir di depan jadi di belakangnya agak gelap. Tidak ada kita perhatikan karena sementara makan,” ucapnya.
Saat sang suami tumbang, Maryam sempat menduga korban mengalami pecah pembuluh darah.
“(Awalnya) saya belum lihat luka, pemikiran saya itu pecah pembuluh darah, karena ada darah keluar. Saya periksa ternyata tidak, saya bersihkan (darahnya) ternyata ada memar di samping hidung,” bebernya.
Maryam baru sadar suaminya menjadi korban penembakan setelah dibawa ke Puskesmas Lappariaja dan diperiksa oleh polisi.
“Baru saya tahu waktu ada polisi bilang di puskesmas bahwa ini ditembak,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakam, seorang pria bernama Rudy S Gani (49), warga Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK).
Kejadian terjadi sekira pukul 22.30 Wita, Selasa (31/12/2024) di Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.
Korban yang berprofesi sebagai pengacara tersebut dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Lappariaja.
Dari informasi yang dihimpun, korban sempat terlihat di Polres Bone di hari yang sama, Selasa (31/12) mendampingi kliennya.
“Tadi siang adaji dampingi kliennya di Resum Polres (Bone) ketemu dengan penyidik pak Hamzah,” ungkap sumber Enews Indonesia yang meminta identitasnya tak disebutkan.
“Sempat juga mengikuti sidang online,” tandasnya.
(Mimienk Lee)






