Cerita Ayah Irmayani, Mahasiswi Terancam Putus Kuliah Kendala Biaya di Bone

Foto: Kadir (Ayah Irmayani)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Irmayani (19) mahasiswi semester 3 di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bone terancam putus kuliah karena terkendala biaya.

Kadir (47) ayah dari Irmayani yang ditemui di kediamannya menerangkan, penyampaian ke Irmayani (anaknya) terkait ketidak sanggupan dirinya untuk melanjutkan biaya pendidikan anaknya disampaikan kurang dari seminggu yang lalu.

     
 

“Saya sampaikan ke Irma, bagaimana kuliah kamu nak, bapak ini sudah tidak sehat, nanti saya malu kalau kamu lanjutkan kuliah tapi kita ditagih pembayarannya dan saya sudah tak sanggup,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Dusun 2 Benteng, Desa Padang Loang, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Selasa (8/11/2022).

“Bagaimana kuliahmu nak, karena ini penghasilan sudah tidak seperti dulu. Irma cuma menangis di hadapan saya,” tambahnya.

Dengan memperlihatkan tanda bukti hasil pemeriksaan, dia menyebut telah dua kali dirawat di 2 rumah sakit di kota Bone.

“Terkadang langsung tiba-tiba, kelihatan di dada saya goyang-goyang. Atas dasar itu saya sampaikan ke anak saya terkait kelanjutan pendidikannya,. Dokterpun menyarankan untuk tidak bekerja keras lagi,” lanjutnya.

Foto: Hasil pemeriksaan dokter terkait penyakit yang dialami Kadir

Kadir mengaku mempunyai sawah tidak mencapai 1 ha untuk komsumsi keluarga.

“Anak pertama sempat tamat sekolah SMA, waktu itu saya masih kuat mencari nafkah, tapi kali ini saya ragu,” katanya.

“Saya pernah jadi ketua BPD dengan tunjangan 100 ribu, pernah naik 500 ribu, waktu saya masih kuat untuk beraktivitas,” sambungnya.

Dia mengaku memiliki usaha angkutan penumpang pete-pete hasil dari jual sawah dan dipakai untuk berusaha.

Namun, pengahasilan untuk mobil semacam itu menurun bahkan hanya untuk angkutan pasar.

“Saat ini saya sudah tidak bisa lagi untuk berkativitas, dan hanya tinggal di rumah,” tandasnya.

Kadir menambahkan, anaknya memiliki 1 kendaraan motor honda Scoopy untuk dipakai bergantian saudaranya.

“Kalau adiknya mau pakai, Irma numpang di sepupunya untuk pergi kuliah,” tandasnya.

“Untuk mobil itu, suratnya saja sudah mati saya sudah tidak bisa bayar pajaknya, saya siapkan untuk kebutuhan bila suatu saat saya kenapa-kenapa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan