ENEWS, BONE •• Pemerataan pembangunan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menunjukkan tren percepatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data terbaru, Bone tercatat sebagai salah satu daerah dengan progres paling signifikan setelah 30 titik lokasi masuk tahap pengerjaan fisik pada tahun 2025, sementara 15 titik lainnya telah selesai ditinjau dan tercatat dalam portal verifikasi nasional.
Program KDKMP merupakan instrumen pemerintah dalam membangun koperasi multifungsi yang menyediakan layanan kebutuhan pokok, simpan pinjam, kesehatan, logistik, hingga digitalisasi layanan desa.
Skema ini dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi, menyebarkan pusat pelayanan hingga ke wilayah desa, dan menutup kesenjangan akses ekonomi antarwilayah.
Sebaran 30 titik yang sementara dikerjakan tersebar pada 20 kecamatan, di antaranya:
Ajangale: Kel. Pompanya Riattang
Dua Boccoe: Desa Sailong
Tellu Siattinge: Ajjalireng, Lanca
Ulaweng: Timusu
Awangpone: Mallari
Tanete Riattang: Kel. Ta
Tanete Riattang Barat: Bulu Tempe
Bengo: Selli
Lappariaja: Liliriattang, Patangkai, Ujung Lamuru
Barebbo: Apala, Kading, Congko, Wollangi, Lampoko
Cina: Kanco, Lompu, Cinennung
Sibulue: Polewali, Masenreng Pulu
Libureng: Pitumpidange, Wanuawaru
Tonra: Biccoing, Bulu Bulu
Kajuara: Raja
Patimpeng: Paccing
Bontocani: Langi
Palakka: Melle
Sementara itu, 15 titik tambahan yang telah diverifikasi dalam portal pemerintah meliputi:
Patimpeng: Bulu Ulaweng, Pationgi, Patimpeng
Libureng: Mattiro Bulu
Lamuru: Poleonro
Kajuara: Waetuo
Palakka: Lemoape
Tanete Riattang Barat: Majang
Ponre: Pattimpa
Dua Boccoe: Panyili, Pattiro
Mare: Padaelo
Barebbo: Cempaniga, Bacu
Sibulue: Mabbiring
Seorang narasumber yang mengetahui progres program menyebutkan bahwa proses peninjauan berjalan sesuai rencana dan terus menunjukkan peningkatan minat desa dalam pengembangan ekonomi lokal.
“Ada 15 titik tambahan yang sudah kami tinjau dan masuk portal. Ini menunjukkan antusiasme desa-desa untuk menjadi bagian dari KDKMP dan memperkuat ekonomi masyarakatnya,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Sementara, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bone, Hamzah Sunusi, melalui Kadis Kominfo Bone, Anwar, menegaskan bahwa proses penetapan titik dilakukan melalui kerja terpadu lintas sektor.
“Kegiatan ini melibatkan Babinsa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, kepala desa, kepala kelurahan, dan camat dalam menentukan lokasi pembangunan KDKMP,” jelasnya.
Dengan total 45 titik yang telah masuk tahap pengerjaan dan verifikasi, Kabupaten Bone dinilai memiliki progres yang paling merata di Sulawesi Selatan dalam implementasi koperasi desa model baru yang menjadi prioritas nasional.
Program ini diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan dan memperluas akses pelayanan ekonomi hingga daerah pelosok. (Red)






