Gowa  

Beautiful Malino Disoal, Massa Desak DPRD Gowa Gelar RDP dan Evaluasi Total

Foto: Pengunjukrasa dari Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Senin (8/6/2026) menuntut Beatiful Malino dievaluasi. (Dok. Angki)
Foto: Pengunjukrasa dari Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Senin (8/6/2026) menuntut Beatiful Malino dievaluasi. (Dok. Angki)

ENEWS, GOWA ••》Sejumlah massa yang mengatasnamakan Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Senin (8/6/2026). Mereka menuntut transparansi penyelenggaraan dan pengelolaan anggaran event tahunan Beautiful Malino.

Aksi berlangsung dinamis dengan diwarnai orasi yang menyoroti penggunaan anggaran, dampak sosial, serta pengelolaan kegiatan yang digelar setiap tahun di kawasan wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong.



Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Ahmad Carlo, menilai hingga kini belum ada keterbukaan yang jelas terkait pengelolaan anggaran Beautiful Malino yang disebut mencapai sekitar Rp1 miliar setiap pelaksanaan.

Menurutnya, event yang pertama kali digagas pada masa kepemimpinan mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sebagai sarana promosi pariwisata dan pengembangan UMKM tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Kami meminta DPRD Gowa segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dan meminta penyelenggara membuka secara transparan pengelolaan anggaran Beautiful Malino kepada masyarakat,” kata Ahmad Carlo dalam orasinya.

Selain menyoroti penggunaan anggaran, massa juga menyampaikan sejumlah dugaan terkait dampak sosial yang dinilai muncul setiap pelaksanaan Beautiful Malino, mulai dari dugaan meningkatnya kenakalan remaja, persoalan perlindungan lingkungan hidup di kawasan wisata, hingga manfaat ekonomi yang dinilai belum dirasakan secara merata oleh masyarakat Kabupaten Gowa.

Dalam aksinya, massa menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa menghentikan sementara pelaksanaan Beautiful Malino hingga ada kejelasan terkait pengelolaan anggaran, membuka laporan pertanggungjawaban kegiatan secara terbuka, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak sosial dan lingkungan dari event tersebut.

Massa juga meminta DPRD Gowa mengambil sikap dengan memanggil pihak terkait melalui forum resmi untuk membahas berbagai persoalan yang mereka angkat.

“Kami ingin menemui wakil rakyat. Mana Ketua DPRD atau anggota DPRD Gowa?” teriak salah seorang orator menggunakan pengeras suara.

Namun hingga sekitar 30 menit setelah aksi berlangsung, massa mengaku belum ditemui oleh perwakilan DPRD Gowa.

Mereka pun mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutannya tidak mendapat respons.

“Kami akan kembali dengan aksi jilid dua jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti,” tegas orator.

Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari DPRD Gowa maupun Pemerintah Kabupaten Gowa terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi tersebut. (Angki Perdana)





Tinggalkan Balasan