Baru Dilantik, Direktur RSUD Hajja Andi Depu Diuji Kasus Motor Hilang

Foto: RSUD Hajja Andi Depu, Polman dan hasil tangkapan layar CCTV saat terduga pencuri motor melakukan aksinya.
Foto: RSUD Hajja Andi Depu, Polman dan hasil tangkapan layar CCTV saat terduga pencuri motor melakukan aksinya.

ENEWS, POLMAN — Belum genap dua pekan sejak dilantik sebagai Direktur RSUD Hajja Andi Depu Polewali Mandar, dr. Irwandi dihadapkan pada sorotan publik menyusul dugaan pencurian sepeda motor di area rumah sakit, Sabtu (11/7/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Facebook Yusriani Al’afgani, terlihat seorang pria diduga membawa keluar sepeda motor melalui pintu masuk rumah sakit saat ada mobil yang masuk.



Dalam unggahannya, Yusriani menulis, “Bahaya pencuri motor di RS Hajja Andi Depu lolos keluar dari portal tanpa karcis.”

Saat dikonfirmasi, Yusriani mengatakan rekaman CCTV itu diperolehnya dari seorang rekannya yang bekerja di RSUD Hajja Andi Depu.

“Dapat kiriman dari teman yang kerja di RSUD,” ujarnya.

Ia juga menyebut peristiwa tersebut terjadi pada siang hari, Sabtu (11/7/2026).

“Semoga dengan kejadian ini diperketat betul pengamanannya,” katanya.

Beredarnya rekaman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengamanan kendaraan di lingkungan RSUD Hajja Andi Depu. Pasalnya, dalam narasi yang beredar, pelaku diduga dapat keluar melalui portal tanpa menunjukkan karcis parkir.

Sorotan semakin menguat setelah seorang warga mengaku keluarganya juga pernah mengalami dugaan kehilangan sepeda motor di area rumah sakit sekitar sebulan lalu.

“Termasuk keluarga kami juga korban diduga kehilangan motor bulan lalu,” ujarnya kepada enewsindonesia.com.

Ia menilai manajemen rumah sakit perlu memberikan penjelasan mengenai sistem pengamanan kendaraan, mengingat setiap pengunjung dikenakan biaya parkir saat memasuki area rumah sakit.

“Bagaimana tanggung jawab rumah sakit kalau ada motor yang hilang? Karena saat masuk kami membeli karcis,” katanya.

Insiden ini menjadi ujian awal bagi kepemimpinan dr. Irwandi yang baru dilantik sebagai Direktur RSUD Hajja Andi Depu pada 3 Juli 2026.

Publik kini menunggu langkah evaluasi terhadap sistem keamanan parkir serta penjelasan resmi dari pihak rumah sakit.

Hingga berita ini diterbitkan, enewsindonesia.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen RSUD Hajja Andi Depu terkait kronologi kejadian, hasil pemeriksaan CCTV, serta mekanisme pengamanan dan pertanggungjawaban terhadap dugaan kehilangan kendaraan tersebut. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan