SDK Buka Sandeq Silumba 2026, Bidik Panggung Internasional

Foto: Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), resmi membuka Sandeq Silumba 2026 di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. (*)

ENEWS, MAJENE ••》Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), resmi membuka Sandeq Silumba 2026 di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat (25/9/2026).

Event bahari ini didorong menjadi agenda unggulan untuk memperkenalkan budaya Mandar hingga tingkat internasional.

banner 728x250

SDK menegaskan, sandeq bukan sekadar perahu tradisional, melainkan identitas dan jati diri masyarakat Mandar yang harus terus dilestarikan.

“Memang sandeq ini jati diri orang Mandar,” tegasnya.

Ia mengatakan, besarnya antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadi modal untuk meningkatkan skala penyelenggaraan Sandeq Silumba dari tingkat lokal menuju nasional hingga internasional.

“Kalau peminatnya besar dan dukungan masyarakat cukup kuat, kita akan berupaya menjadikan ajang nasional. Kita akan promosikan sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Menurut SDK, Sandeq Silumba telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah bahkan berencana memperluas promosi melalui media internasional, termasuk National Geographic.

“Alhamdulillah, sudah masuk KEN. Kalau bisa masuk National Geographic, kita akan lebih perluas lagi,” katanya.

Selain melestarikan budaya, Sandeq Silumba juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.

“Setiap ajang sandeq itu selalu memutar ekonomi. UMKM pasti hidup dan perputaran ekonomi berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

SDK juga menyoroti peningkatan jumlah peserta tahun ini yang dipicu respons positif terhadap penyelenggaraan sebelumnya. Ia meminta antusiasme masyarakat tersebut terus diakomodasi dengan penyelenggaraan yang semakin baik.

“Ini hal yang baik, tidak boleh kita batasi,” tegasnya.

Bahkan, SDK membuka peluang memperluas rute pelayaran Sandeq Silumba hingga Makassar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan tradisi bahari Mandar ke wilayah yang lebih luas. (HW/*)