ENEWS, MOROWALI UTARA ••》Beredarnya video kegiatan pengamanan oleh personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulawesi Tengah di areal perkebunan kelapa sawit PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS), Kabupaten Morowali Utara, memicu beragam tanggapan di tengah masyarakat.
Pegiat hukum Muh. Falar Anwar menilai pengamanan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi konflik di lokasi perkebunan.
Menurutnya, sejumlah spekulasi yang berkembang di media sosial seolah menyudutkan personel Brimob, bahkan memunculkan anggapan bahwa aparat berpihak kepada perusahaan.
“Menurut saya, keberadaan pengamanan oleh anggota Brimob itu sudah tepat dan sesuai SOP,” ujar Falar Anwar kepada media, Selasa (20/10/2026).
Ia menilai kehadiran aparat perlu dilihat dari aspek pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Falar juga merujuk Peraturan Dankorps Brimob Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penindakan Huru-Hara (PHH) dalam menjelaskan pandangannya terkait pengamanan tersebut.
Menurutnya, langkah preventif diperlukan untuk mencegah potensi benturan yang dapat memicu kekacauan dan meresahkan masyarakat.
“Ini merupakan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya konflik yang tidak kita inginkan di kemudian hari,” katanya.
Di sisi lain, Falar menegaskan bahwa persoalan konflik agraria antara masyarakat dan perusahaan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum.
“Kalau masyarakat merasa ada hak yang diserobot oleh PT KLS, silakan sampaikan kepada pemerintah atau menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap klaim atas lahan harus dibuktikan melalui prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Falar juga menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan sekaligus mencegah terjadinya benturan antara pihak-pihak yang bersengketa.
Sementara itu, kejelasan duduk perkara konflik agraria di areal PT KLS masih memerlukan keterangan dari pihak perusahaan, masyarakat yang mengklaim hak atas lahan, serta Polda Sulawesi Tengah agar persoalan tersebut dapat dipahami secara berimbang. (Tim Enews)


