banner 728x250

1 Keluarga Terbunuh di Sigi, 150 Kepala Keluarga Akhirnya Diungsikan

ENEWSINDONESIA.COM — Setelah penyerangan yang dilakukan pada waktu lalu oleh orang tidak dikenal di Sigi, Sulawesi Tengah, akhirnya 150 Kepala Keluarga di Desa Lemban Tongoa terpaksa diungsikan. Saat itu dilaporkan ada 1 keluarga yang tewas terbunuh oleh kelompok orang tidak dikenal.

Kepala Desa Lemban Tongoa Deki Basalulu menambahkan bahwa mereka semua akan diungsikan merupakan warga yang tinggal didekat lokasi penyerangan. Menurutnya pengungsian wajib dilakukan di tempat yang lebih aman untuk menjaga keselamatan ratusan kepala keluarga disana.

banner 728x250

“Saat ini aman, semua warga di lokasi sudah diungsikan ke daerah yang ramai penduduk,” kata Deki saat dihubungi dari Palu pada hari Sabtu (28/11/20).

Berdasarkan saksi mata, pelaku penyerangan berjumlah 6 orang. Hanya saja sampai sekarang ini pelakunya belum ditemukan. Deki berharap agar para warga masyarakat, khususnya yang tinggal di Lemban Tongoa tidak mudah terprovokasi saat mendapatkan informasi di media sosial yang isinya belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami aman. Saya tidak suruh warga untuk meng-upload di media sosial. Saya berharap tidak ada yang terprovokasi,” tambahnya.

Polisi menduga pelaku pembunuhan 1 keluarga adalah MIT (teroris Mujahidin Indonesia Timur). Satu keluarga yang terbunuh terdiri atas 4 orang.

“Diduga kelompok mereka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dikonfirmasi pada hari Sabtu (28/11).

Identitas keluarga korban tersebut meliputi Yasa dan Nei sebagai orang tua, dan Ulin serta suaminya bernama Pino yang tinggal di Dusun ST 2 Lewono. Saat itu kelompok MIT menyandera keluarga tersebut dan melakukan pembunuhan kepada Pino dan Yase.

Sedangkan Nei dan Ulin berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka-luka. Dari sinilah keduanya berhasil menyampaikan kabar itu ke Desa Lembontongoa.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih mencari informasi di lokasi kejadian yang berada di daerah pegunungan kebun. Sehingga belum ada jaringan seluler sama sekali. Sampai saat ini jenazah ke-4 korban masih berada di lokasi dan belum dievakuasi.

“Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. Itu mertua, anak, menantu,” kata Rifai (28/11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *