ENEWS, MAJENE ••》Camat Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Muhammad Yunus mulai mengusung program strategis Gerbang Binuang (Gerakan Bersama Membangun Binuang) dengan lima pilar utama, mulai dari pembenahan pelayanan publik hingga penguatan ekonomi dan penanganan kemiskinan.
Program tersebut menjadi arah kerja Yunus setelah resmi menerima serah terima jabatan dari Andi Sanggap di Aula Sikatutui, Kantor Camat Binuang, Kamis (15/10/2026).
Lima pilar yang diusung meliputi Gerbang Melayani, Gerbang Produktif, Gerbang Hijau, Gerbang Destinasi, dan Gerbang Peduli. Kelimanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Gerbang Melayani menjadi salah satu program strategis dengan pendekatan Camat Ngantor di Desa. Skema ini diarahkan untuk mendekatkan pelayanan administrasi, mempercepat koordinasi pemerintahan desa, serta membuka ruang pengaduan masyarakat.
“Pelayanan publik harus lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Pemerintah kecamatan harus hadir untuk mendengar langsung kebutuhan warga,” ujar Yunus dalam penjelasan program Gerbang Binuang.
Di sektor ekonomi, Gerbang Produktif menyasar penguatan pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Latar belakang Yunus sebagai mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di Disbuntarnak Polman menjadi relevan dalam mendorong potensi ekonomi lokal.
“Potensi desa harus dikembangkan agar mampu meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Yunus.
Sementara itu, Gerbang Hijau menitikberatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penghijauan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Adapun Gerbang Destinasi diarahkan untuk mengembangkan wisata desa dan budaya melalui penguatan kelompok sadar wisata.
Pada aspek sosial, Gerbang Peduli menyasar percepatan penurunan stunting, penanganan kemiskinan, serta penguatan akses pendidikan dan kesehatan. Program ini menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian dari agenda pembangunan kecamatan.
Pelaksanaan Gerbang Binuang dirancang melalui empat tahapan, yakni mendengar, berkolaborasi, beraksi, dan berdampak. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan program harus diukur dari manfaatnya bagi warga, bukan sekadar banyaknya kegiatan yang dilaksanakan,” ucapnya.
Dengan semangat Dari Desa, Oleh Desa, untuk Binuang yang Lebih Maju, program tersebut membawa agenda perubahan yang harus dibuktikan melalui kerja terukur dan manfaat langsung bagi warga. (Tim Enews)






