ENEWS, BANTAENG ••》 Pekerjaan pengaspalan jalan di Dusun Bawa, Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, disorot warga setelah sejumlah bagian permukaan jalan mengalami keretakan, terkelupas hingga pecah.
Kondisi tersebut menjadi pertanyaan lantaran kerusakan disebut terjadi hanya sehari setelah pekerjaan pengaspalan dilakukan.
Dari dokumentasi yang diterima ENews Indonesia, terlihat sejumlah bagian permukaan aspal mengalami retakan dan pecah. Pada beberapa titik, lapisan material di bawah aspal bahkan tampak terbuka.
Kondisi itu memunculkan dugaan adanya persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun, penyebab pasti kerusakan masih memerlukan pemeriksaan teknis, termasuk terhadap kualitas material, proses penghamparan, pemadatan, kondisi lapisan dasar hingga metode pekerjaan yang diterapkan.
“Banyak pecah-pecah, baru satu hari. Kalau dibiarkan begini cara kerjanya terus, jalan di Dusun Bawa tidak tahan lama. Bahkan satu atau dua bulan sudah terkelupas semua,” keluh seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Warga mempertanyakan bagaimana pekerjaan yang masih tergolong baru dapat mengalami kerusakan pada sejumlah titik.
Mereka meminta pemerintah daerah dan instansi teknis terkait tidak hanya melihat penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi turun langsung memeriksa kondisi fisik jalan dan memastikan pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis serta ketentuan kontrak.
Pasalnya, proyek yang menggunakan anggaran publik seharusnya tidak sekadar mengejar progres pekerjaan, tetapi juga menjamin mutu, kualitas dan umur layanan infrastruktur.
“Kalau benar kerusakan terjadi hanya sehari setelah pengaspalan, tentu ini harus diperiksa. Jangan sampai pekerjaan yang menggunakan uang rakyat justru dikerjakan tanpa mengutamakan kualitas,” ujar warga tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan apakah kerusakan disebabkan persoalan material, pemadatan yang tidak optimal, metode penghamparan, kondisi lapisan sebelumnya, atau faktor teknis lainnya.
“Jalan baru selesai dikerjakan tetapi sudah pecah tentu menjadi tanda tanya. Pemeriksaan lapangan penting untuk mengetahui penyebabnya,” katanya.
Kepala Bidang Cipta Karya Benarkan Ada Aspal Retak
Menanggapi sorotan tersebut, ENews Indonesia pada Minggu (13/9/2026) mencoba meminta penjelasan kepada Kepala Bidang Cipta Karya, Syahriani, ST.
Saat ditemui di kediamannya di Jalan Merpati Baru, Syahriani membenarkan adanya bagian aspal yang mengalami keretakan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah dengan memerintahkan pelaksana membongkar bagian aspal yang mengalami keretakan dan tidak menyatu dengan aspal sebelumnya.
“Saya sudah perintahkan kepada pihak pelaksana untuk membongkar aspal yang retak dan tidak menyatu dengan aspal sebelumnya,” ujar Syahriani.
Ia menjelaskan, bagian yang menjadi sorotan tersebut sementara dilakukan pengerukan menggunakan alat berat. Setelah dibongkar, bagian tersebut akan kembali dilakukan pengaspalan.
Syahriani juga menunjukkan dokumentasi berupa foto alat berat yang sedang melakukan pembongkaran pada bagian jalan yang mengalami persoalan.
Dengan adanya langkah tersebut, bagian jalan yang rusak akan diperbaiki kembali oleh pihak pelaksana.
Meski demikian, langkah perbaikan tersebut tetap menyisakan pertanyaan penting terkait penyebab awal kerusakan. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan apakah keretakan terjadi akibat persoalan penyatuan dengan aspal lama, kualitas material, proses pemadatan, atau faktor lain dalam tahapan pekerjaan.
Publik juga patut mendapatkan kejelasan mengenai standar teknis pekerjaan, metode pelaksanaan, serta bentuk pengawasan yang dilakukan sejak pekerjaan dimulai.
Sebab, kualitas pekerjaan infrastruktur tidak cukup diukur dari apakah jalan telah selesai diaspal, tetapi juga dari apakah konstruksi tersebut memenuhi spesifikasi dan mampu bertahan sesuai umur rencana.
Jika ditemukan adanya bagian pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis, perbaikan semestinya dilakukan sesuai ketentuan dan menjadi bagian dari tanggung jawab pelaksana pekerjaan.
Pengawasan yang ketat juga diperlukan agar anggaran publik yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur benar-benar menghasilkan jalan yang berkualitas dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Jurnalis: Ismail L






