DPC KEPMI Bone Kecamatan Kahu Gelar Bakti Sosial di Desa Matajang

Foto: Anggota DPC Kepmi Bone Kecamatan Kahu berfoto bersama siswa saat menggelar baksos di Desa Matajang. (*)

ENEWS, BONE ••》Dewan Pengurus Cabang Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia-Bone (DPC Kepmi Bone) Kecamatan Kahu melaksanakan kegiatan bakti sosial di Desa Matajang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga desa.

banner 728x250

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan pertanian dan peternakan guna meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara lebih baik.

Selain itu, DPC KEPMI Kahu juga melaksanakan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya menjaga keseimbangan ekosistem desa.

Kegiatan sosial tersebut dilanjutkan dengan pemberian suntikan vitamin pada hewan ternak milik warga sebagai langkah preventif menjaga kesehatan ternak yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Desa Matajang.

Di bidang pendidikan, peserta bakti sosial juga melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar sebagai bentuk dukungan moral terhadap dunia pendidikan dan penguatan hubungan antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat.

Sebagai penutup, kegiatan dimeriahkan dengan lomba tradisional yang melibatkan masyarakat setempat. Selain menjadi hiburan, lomba ini bertujuan mempererat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai budaya lokal.

Koordinator Stering sekaligus Dewan Pertimbangan Organisasi, Muhammad Ilham Hidayat, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar tidak bersifat seremonial, melainkan tepat sasaran dan berdampak nyata.

Ia menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa harus berbasis kebutuhan masyarakat, terencana dengan baik, serta memiliki hasil yang dapat dirasakan meskipun dilaksanakan dalam waktu yang singkat.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, DPC Kepmi Bone Kecamatan Kahu berharap dapat menumbuhkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa, sekaligus menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa yang terorganisir mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial di tingkat desa. (Red)





Tinggalkan Balasan