ENEWS, GOWA ••》Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syariah dan Hukum UIn Alauddin Makassar menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026, di kawasan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan kaderisasi formal tersebut diikuti 45 peserta dan dihadiri sejumlah kader senior PMII Rayon Syariah dan Hukum yang tergabung dalam Majelis Pembina Rayon (MABINRA), yakni Ahmad Humaidy, S.H., M.H., serta Tahwin Alamsyah, S.H., M.H.
Ketua PMII Rayon Syariah dan Hukum, Fahrial S, mengatakan MAPABA merupakan tahapan awal kaderisasi untuk memperkenalkan identitas, nilai, ideologi, serta arah perjuangan PMII kepada mahasiswa baru.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penambahan anggota, tetapi juga membangun kesadaran intelektual, spiritual, dan tanggung jawab sosial calon kader.
“MAPABA bukan sekadar agenda penerimaan anggota baru, tetapi menjadi ruang pembentukan kesadaran intelektual dan tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai bagian dari elemen perubahan masyarakat,” ujar Fahrial.
Ia menjelaskan, kaderisasi tersebut juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, serta semangat kritis dalam merespons berbagai persoalan sosial.
Fahrial berharap, melalui MAPABA, lahir kader yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, khususnya di bidang Syariah dan Hukum, tetapi juga peka terhadap persoalan keadilan, ketimpangan sosial, dan dinamika kehidupan masyarakat.
Pemilihan Benteng Somba Opu sebagai lokasi kegiatan juga memiliki nilai historis. Menurutnya, keberadaan situs bersejarah tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas, perjuangan, dan kebudayaan.
“Menjadi bagian dari PMII bukan hanya tentang identitas organisasi, tetapi juga tanggung jawab moral dan intelektual untuk mengambil peran dalam menghadirkan perubahan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PMII Rayon Syariah dan Hukum berharap para peserta dapat tumbuh menjadi kader yang berintegritas, berwawasan luas, memiliki solidaritas, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai pergerakan di lingkungan kampus maupun masyarakat. (Redaksi)






