ENEWS, BONE ••》Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Komisariat PMII IAIN Bone menggelar Sekolah Islam dan Gender (SIG) se-Sulawesi Selatan di Graha Sahabat, 7–11 November 2026.
Kegiatan yang diikuti 12 peserta tersebut mengangkat tema “Rekonstruksi Kesadaran Gender Berbasis Islam dalam Membentuk Kader yang Kritis, Intelektual, dan Transformatif.”
Sekolah Islam dan Gender ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran kritis kader perempuan terhadap persoalan gender dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan berpikir dan bertindak.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti proses pembelajaran, diskusi, dan refleksi mengenai relasi gender, kesetaraan, serta berbagai bentuk ketidakadilan yang masih terjadi di tengah masyarakat.
Ketua KOPRI PK PMII IAIN Bone, Muzilka Rahmadani mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah penyadaran bagi kader perempuan agar mampu memahami dan mengkritisi berbagai persoalan ketidakadilan gender.
“Sekolah Islam dan Gender ini bukan sekadar ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang penyadaran bagi kader perempuan agar mampu memahami, mengkritisi, dan merespons berbagai persoalan ketidakadilan gender,” ujarnya.
Ia berharap, 12 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat tumbuh menjadi kader yang kuat secara intelektual serta mampu membawa nilai-nilai keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, KOPRI PK PMII IAIN Bone menegaskan komitmennya mencetak kader perempuan yang kritis, berdaya, dan mampu mengambil peran dalam mendorong perubahan sosial.






