Bone  

Tanah di Lampoko Bone Sesuai untuk Budidaya Bawang Merah

Foto: Muh. Alif Akbar Barsut, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah (Unim) Kabupaten Bone.
Foto: Muh. Alif Akbar Barsut, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah (Unim) Kabupaten Bone.

ENews, Bone •• Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun.

Di Indonesia, bawang merah banyak dibudidayakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

banner 728x250

Di Sulawesi Selatan, bawang merah banyak dibudidayakan di Enrekang dan Bantaeng.

Produktivitas bawang merah sangat ditentukan oleh kesesuaian lahan, sehingga analisis potensi wilayah menjadi hal penting sebelum pengembangan dilakukan.

Hal inilah yang mendorong Muh. Alif Akbar Barsut, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah (Unim) Kabupaten Bone, melakukan penelitian berjudul “Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.” Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Sulkifli SP MP dan Ir. Andi Bonewati MP.

Dalam penelitiannya, Alif menilai karakteristik tanah, iklim, dan kondisi wilayah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah.

Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan di Desa Lampoko, Kecamatan Cina cukup sesuai untuk budidaya bawang merah, meskipun masih terdapat faktor pembatas seperti curah hujan yang tinggi dan kandungan unsur hara tanah yang perlu dikelola dengan baik.

“Evaluasi lahan menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan produktivitas. Dengan mengetahui potensi dan keterbatasan lahan, petani bisa melakukan pengelolaan yang lebih tepat,” jelas Alif, Selasa (23/9/2025).

Temuan ini juga menunjukkan bahwa pengembangan bawang merah di Kabupaten Bone tidak hanya dapat dilakukan di Desa Telle, Kecamatan Ajangale, tetapi juga di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo.

“Jika didukung teknologi budidaya dan manajemen lahan yang tepat, Lampoko berpeluang besar menjadi sentra baru bawang merah di Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Alif berharap, dengan hasil penelitian ini, para petani setempat bisa termotivasi untuk membudidayakan bawang merah di Kabupaten Bone mengikuti Enrekang dan Bantaeng.

“Semoga juga pihak pemerintah memperhatikan hal ini guna meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bone,” tandasnya.

(Zhera Syarnia)