Dakwah  

Sucikan Jiwa Jadi Topik Kajian di Masjid 99 Kubah Makassar Malam Ini

Foto: Suasana kajian di Masjid 99 Kubah Asmaul Husnah, Sabtu (3/2/2024). (Dok. Ikbal)

ENEWS MAKASSAR ▪︎ Kondisi masyarakat saat ini mudah terganggu jiwanya dengan persoalan kemewahan duniawi yang kian menggoda saban hari.

Faktor inilah mendorong pengurus Masjid 99 kubah Asmaul Husnah, Kota Makassar membentuk majelis ilmu dalam upaya mengkaji dan memberikan solusi agama untuk persoalan-persoalan masyarakat sehari-hari.

banner 728x250

Dalam kajian tematik lanjutan, Sabtu 3 Februari 2023 dipimpin langsung imam tetap Masjid 99 kubah, Ustadz Ikbal Coing, dengan tema, “Mensucikan Jiwa”. ba’da magrib pukul 19.08 WITA.

Kajian ini diikuti puluhan jama’ah sholat magrib hingga masuk waktu sholat Isya.

Mengutip surat Alfatir ayat 18, ustadz Ikbal menjelaskan bahwa, barang siapa yang mensucikan jiwanya maka sungguh ia mensucikan dirinya sendiri, dan manfaatnya kembali pada dirinya sendiri bukan kepada Allah.

Ia juga menjelaskan, semua kebaikan hakekatnya hanya pada diri kita sendiri

“Sarat keberuntungan adalah orang yang mensucikan dirinya, dan yg mengotori jiwanya adalah mereka yang akan mendapatkan kerugian,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan kalau orang yang beruntung di dunia dan akhirat adalah mereka yang senantiasa mensucikan dirinya.

Kemudian ia mengutip salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya.Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu”. Ia juga mengingatkan hati yang baik itu ditentukan oleh suci atau tidaknya jiwa.

“Mensucikan jiwa juga akan menghasilkan kebahagiaan dalam ibadah dan ketaatan, juga tidak mudah terganggu degan kesusahan dan kesedihan dunia,” lanjutnya.

“Bila hati kotor dia akan gelisah pada ketaatan, seperti ceramah kebaikan dan seterusnya. Kesenangannya hanya tergantung pada soal-soal dunia, dan cenderung hatinya gelisah, semua itu akibat dari kotornya jiwa, puncaknya akan berakhir di neraka,” sambungnya.

“Sementara kebersihan jiwa akan berakhir di dalam surganya Allah SWT,” tutupnya. (Ikbal Tehuayo)