ENEWSINDONESIA.COM, Morotai – Menjelang hari raya Idul Adha 1443 H, harga rempah -rempah di pasar rakyat Gotalamo, kawasan Center Busines Distric (CBD), Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan.
Kenaikan barang dagangan ini karena dampak terjadinya penurunan hasil panen serta kurangnya distributor hasil pertanian dari petani lokal Pulau Morotai.
“Akhir-akhir ini sangat sulit mencari bawang merica, dan tomat (Barito) bahkan harus menunhgu pasokan dari luar,” ungkap Ratmi (pedagang rempah-rempah), Kamis (7/7/22).
Lanjut Ratmi, bawang merah diambil dari distributor dengan harga Rp 90.000 ( sembilan puluh ribu rupiah) perkilo, kemudian dijual dengan harga Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) perkilo.
Sedangkan untuk bawang putih tercatat harganya masih stabil di angka Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) perkilonya fan stoknya diporoleh dari luar Kabupayen Morotai.
“Selain itu, cabai rawit yang kami ambil dengan harga Rp 110.000 (seratus sepuluh ribu rupiah) sampai Rp 115.000 (seratus lima belas ribu rupiah) perkilo, kemudian cabai keriting Rp 60.000 (enam puluh ribu rupiah) perkilo serta tomat Rp 35.000 (tiga puluh lima ribu rupiah) perkilonya dan saya jual dengan harga bervariasi,” jelas Ratmi.
Ratmi mengaku, saat ini pendapatannya ikut menurun lantaran harga bawang, merica, tomat (Barito) naik.
“Saya biasa perharinya 400-500 ribu namun lebaran kali ini, 300 ribu pun, sangat sulit di dapat,” ujarnya.
Olehnya itu, ia berharap agar masyarakat bisa memahami keadaan para pedagang di pasar, kerena kenaikan harga bukan hanya terjadi di tempat ini tetapi juga di daerah-daerah lain.
“Kemudian untuk pemerintah daerah melalui Dinas Prindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) agar secepatnya megatasi permasalahan ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Ranto Daeng Badu






