30 UMKM Terpilih Mulai Tampilkan Produk di Hotel Helios Lewat MoU Strategis

General Manager Helios Hotel, Andi Ari Pakki (kemeja putih), Kepala Dinas Perindustrian Andi Promal Pawi (tengah), dan koordinator Paguyuban UMKM, Lambo (kiri). (Dok. Anles)

ENEWS, BONE •• Upaya memperkuat promosi produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Bone terus digencarkan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Hotel Helios & Convention, serta pelaku UMKM/IKM pada Selasa, 25 November 2025 di Hotel Helios & Convention.

Kerja sama ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam penyediaan ruang pemasaran produk UMKM di area hotel, sekaligus memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha lokal.

banner 728x250

General Manager Helios Hotel, Andi Ari Pakki, mengungkapkan bahwa inisiatif ini telah direncanakan sejak lama sebagai bentuk kontribusi hotel terhadap perekonomian daerah.

“Harapan kami adalah ikut memajukan perekonomian Kabupaten Bone, apalagi ketika kondisi ekonomi nasional kurang stabil. Sektor perhotelan dan pariwisata harus membuka ruang bagi UMKM untuk menjual dan mempromosikan produknya,” ujarnya.

Produk-produk UMKM kini mulai dipamerkan di lobi hotel agar mudah dijangkau tamu dari luar daerah.

“Ini langkah awal yang kami jalankan secara bertahap. Semoga kerja sama ini dapat berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Andi Promal Pawi, menegaskan bahwa MoU ini merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Promosi sangat penting agar produk UMKM semakin dikenal. Jika pemasaran meningkat, pembeli bertambah, maka pendapatan masyarakat juga ikut naik. Pemerintah siap memberikan pelayanan, pendampingan, serta dukungan penuh kepada para pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa Bone memiliki potensi besar pada sektor budaya, kerajinan lokal, kuliner, dan pariwisata.

Dengan meningkatnya konektivitas transportasi, Bone dinilai berpeluang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, koordinator Paguyuban UMKM, Lambo, menjelaskan bahwa tahap awal kerja sama ini melibatkan 30 UMKM terpilih dari hampir 2.000 UMKM yang ada di Bone.

“Jika tahap pertama berjalan baik, kami akan membuka tahap kedua agar lebih banyak pelaku usaha yang terlibat. Tujuan kami adalah meningkatkan pendapatan dan daya saing produk lokal,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan pelaku UMKM dalam menjaga kualitas produk yang dititipkan di hotel.

“Pelaku usaha harus rutin memantau kondisi produk minimal tiga kali seminggu agar tetap aman dan layak jual,” tegasnya.

Lambo juga memastikan mekanisme pembayaran dilakukan secara transparan melalui transfer dari pihak hotel kepada koordinator untuk kemudian diteruskan ke masing-masing UMKM.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada manajemen Hotel Helios dan Pemkab Bone.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Kami berharap kerja sama ini bisa diperluas ke berbagai titik strategis, termasuk peluang masuk ke jaringan minimarket seperti Alfamidi, Alfamart, dan Indomaret,” katanya.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bone, memperkuat citra daerah sebagai tujuan wisata, sekaligus mendorong UMKM lokal agar semakin kompetitif dan berkelanjutan.






Tinggalkan Balasan