Waspada Modus Penipuan KUR, BRI: Pengajuan Tidak Pernah Lewat Link dan Medsos

Ketgam: Tangkapan layar sejumlah akun media sosial yang diduga mencatut nama dan layanan KUR BRI untuk melakukan penawaran pinjaman online. BRI mengimbau masyarakat waspada terhadap modus penipuan dan hanya mengakses layanan melalui kanal resmi. (ENews)

ENEWS, MAKASSAR ••》PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya modus penipuan berkedok Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencatut nama BRI.

Penawaran pinjaman melalui tautan digital, pesan singkat hingga akun media sosial dipastikan bukan bagian dari layanan resmi BRI.



Regional CEO BRI Makassar, D. Argo Prabowo menegaskan, pengajuan KUR BRI tidak pernah dilakukan melalui link tidak resmi ataupun akun pribadi di media sosial. Seluruh proses hanya dilayani melalui kantor dan petugas resmi BRI.

“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR melalui tautan tidak resmi, akun pribadi maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI,” ujar Argo, Selasa (19/5).

Ia mengatakan, masyarakat masih kerap menjadi sasaran oknum yang memanfaatkan kebutuhan modal usaha dengan menawarkan pencairan cepat tanpa prosedur jelas.

Modus tersebut umumnya disertai permintaan data pribadi hingga sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi.

Padahal, kata Argo, seluruh proses pengajuan KUR BRI tidak dipungut biaya di awal.

Karena itu masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran pinjaman instan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

“Jika ada pihak yang meminta biaya administrasi, uang jaminan, PIN, password ataupun kode OTP, itu patut dicurigai sebagai penipuan,” katanya.

BRI menegaskan layanan pengajuan KUR hanya dapat diakses melalui kantor resmi BRI seperti Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink maupun tenaga pemasar resmi BRI.

Di wilayah Regional 15 Makassar, layanan tersebut mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara hingga Maluku.

BRI juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan seperti website BRI, media sosial resmi dan layanan Contact BRI di nomor 14017 atau 1500017.

Menurut Argo, penguatan edukasi literasi keuangan terus dilakukan untuk menekan maraknya penipuan digital yang menyalahgunakan nama perusahaan perbankan.

“BRI terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindak berbagai modus penipuan yang mencatut nama BRI,” pungkasnya. (Andi Ikbal)





Tinggalkan Balasan