ENEWS, BONE ••》Seorang nasabah BRI Cabang Watampone, Kabupaten Watampone, Sulawesi Selatan, mengaku kehilangan uang di rekeningnya hingga Rp7 juta melalui transaksi misterius menggunakan QRIS.
Korban bernama Herman, petani asal Desa Tunreng Tellue, Kecamatan Sibulue, mengaku uangnya pertama kali raib sebesar Rp5 juta pada Februari 2026.
Merasa rekeningnya bermasalah, ia kemudian membuka rekening baru. Namun, uang di rekening baru itu kembali hilang sebesar Rp2 juta pada Mei 2026 dengan dua kali penarikan, masing-masing Rp500 ribu dan Rp1,5 juta.
“Setelah kehilangan pertama, saya buka rekening baru. Tapi uang di rekening baru juga hilang lagi,” kata Herman kepada ENews Indonesia, Rabu (6/5/2026).
Yang membuat Herman bingung, transaksi tersebut tercatat menggunakan QRIS dan PIN pribadi miliknya.
“Bagaimana orang lain bisa tahu kode QRIS saya? Transaksinya juga pakai PIN, sementara PIN itu hanya saya yang tahu,” ujarnya heran.
Herman membantah tudingan bahwa kehilangan uang itu dipicu aktivitas judi online atau transaksi digital berisiko lainnya.
“Saya tidak pernah main judi online. Saya juga tidak terlalu paham teknologi. Paling cuma nonton TikTok atau YouTube,” katanya.
Didampingi Kepala Desa Tunreng Tellue, Haryogis Susanto, Herman kembali mendatangi pihak BRI Cabang Bone pada Kamis (7/5/2026) untuk meminta kejelasan.
“Sudah dua kali kami mengadu, tapi jawabannya sama, transaksi dianggap dilakukan sendiri oleh nasabah. Padahal uang itu hilang saat saya tidur dan HP ada di bawah bantal,” kata Herman kesal.
Ia juga mengeluhkan pelayanan saat pertama kali melapor ke unit BRI Cinnong, Kecamatan Sibulue.
“Kami mencoba menelepon sebagai korban (ke BRI Cinnong), tapi malah ditanggapi kurang baik,” tambahnya.
Kepala Desa Tunreng Tellue, Haryogis Susanto, meminta pihak bank bertanggung jawab dan memberikan solusi jelas kepada warganya.
“Kami trauma dengan kejadian ini. Harus ada penjelasan dan penyelesaian dari pihak bank,” tegasnya.
Sementara itu, Supervisor BRI Cabang Bone, Andi Ferdi, menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pihaknya sedang melakukan penelusuran internal.
“Kami sementara menunggu nomor tiket pengaduan yang masuk ke email bapak Herman. Setelah itu akan dilakukan pengecekan lokasi dan jejak transaksi,” ujarnya.
“Langkah awal kami adalah memastikan di mana transaksi itu terjadi, lalu ditelusuri lebih lanjut,” tambahnya. (REDAKSI)






