Warga Keluhkan Jalan Rusak Tammerrodo-Ulumanda Majene

Ketgam: Ahmad (jaket hitam), warga Dusun Rattepadang, menunjukkan kondisi jalan rusak parah yang dikeluhkan warga di Kecamatan Tammerrodo Sendana, Kabupaten Majene, Selasa (16/6/2026).
Ketgam: Ahmad (jaket hitam), warga Dusun Rattepadang, menunjukkan kondisi jalan rusak parah yang dikeluhkan warga di Kecamatan Tammerrodo Sendana, Kabupaten Majene, Selasa (16/6/2026).

ENEWS, MAJENE ••》Warga kembali mengeluhkan kondisi jalan penghubung Kecamatan Tammerrodo Sendana dan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, yang rusak parah dan semakin sulit dilalui setelah diguyur hujan dalam waktu yang cukup panjang.

Kerusakan jalan yang berada di wilayah Dusun Rattepadang dan Dusun Peledoang itu disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.



Salah seorang sopir hartop, Hasbi, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah tidak layak dilalui kendaraan.

“Jalan ini sudah tidak layak untuk dilewati. Kami berharap pemerintah desa menyampaikan kondisi ini kepada DPRD Kabupaten Majene maupun DPRD Provinsi Sulawesi Barat agar segera mendapat perhatian,” kata Hasbi kepada EnewsIndonesia.com, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menutup mata terhadap kondisi yang dialami masyarakat di wilayah Tammerrodo Sendana dan Ulumanda.

Keluhan serupa disampaikan Ahmad, warga setempat. Ia menilai pemerintah perlu lebih serius memperhatikan kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Ahmad mengungkapkan kerusakan jalan di wilayah tersebut telah berlangsung hampir 20 tahun. Ia menyebut perbaikan terakhir dilakukan sekitar tahun 2009.
“Kalau tidak salah, terakhir dibangun pada awal tahun 2009. Setelah itu belum ada perbaikan yang signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah titik kerusakan jalan memiliki kedalaman hingga sekitar dua meter dari bahu jalan sehingga membahayakan pengguna jalan.

Menurut Ahmad, akses jalan tersebut juga telah ditinjau Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani, pada 11 Juni 2026 lalu. Warga berharap kunjungan tersebut segera ditindaklanjuti dengan perbaikan.

“Kami berharap hasil peninjauan itu dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan jalan yang layak,” tutupnya. (M. Kamil)





Tinggalkan Balasan