banner 728x250 . banner 728x250

Kisah Pilu di Majene, Nenek Pasa Berharap Belas Kasihan dari Tetangga Untuk Dapat Makan

ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE — Di Lansir dari grup Facebook Info Seputar Sulbar, Senin (29/3/2021) yang dibagikan oleh Shella Karmila S postingan Zulfikar Syam Almandary hasil Copy Paste dari Facebook Masturi Tim Peduli Kemanusiaan, menceritakan kisah pilu dialami Nenek Pasa (80) yang tinggal di Dusun Lombongan, Desa Tammero’do Utara, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

“Nenek Pasa seorang diri tanpa keluarga, karena suami dan anaknya sudah meninggal, kini hari-harinya berharap belas kasihan dari tetangganya. Terkadang Nenek Pasa tidak makan dalam seharinya,” tulis Masturi.

banner 728x250

Diusianya yang sudah tidak muda, Nenek harus menanggung derita hidup. Seperti yang terlihat di fhoto yang di bagikan di grup, nenek Pasa hidup sebatang kara tinggal dirumah yang berlantai bambu dan beralaskan kasur apa adanya dengan berdinding kayu papan membuat kita prihatin.

“Sesampainya kami di rumah Nenek Pasa, untuk menahan lapar yang dideritanya, Nenek Pasa lansung bertanya dengan memakai bahasa daerah Mandar, apa mubawa na’u? andea? Dibongi ruapa na andappa ummande,” ( Apa yang kita bawa nak? Apakah itu makanan? Karena sejak tadi malam saya belum makan),” jelas Masturi.

Kami meminta uluran tangan pemerintah dan juga dari para dermawan untuk membantu Nenek Pasa, berupa Sarung, Baju layak pakai, Karpet dan Sembako. Semoga apa yang kita salurkan dapat meringankan beban Nenek Pasa dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang.

Sampai berita ini terbit, para peduli kemanusiaan sudah mulai berdatangan membantu meringankan beban hidup Nenek Pasa. Sejatinya sebagai manusia adalah untuk saling membantu.| HH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *