Warga Desa Totodoku, Joubele, dan Mandiri Morotai Gelar Aksi dan Tutup Jalan, Ini Tuntutannya

ENEWSINDONESIA.COM, Morotai – Puluhan masyarakat yang  mengatasnamakan dirinya Front Pemuda Bersatu Desa Totodoku, Joubele dan Mandiri menggelar aksi demonstrasi dan penutupan jalan tepatnya di tikungan Desa Joubele Kecamatan Morotai Selatan, Provinsi Maluku Utara, Senin (18/7/2022).

Massa aksi mendesak pemerintah dan DPRD agar membangun talud penahan ombak, realisasi air bersih PDAM, dan meminta Dinas Pendidikan untuk mengaktifkan mobil antar jemput siswa sekolah SD, SMP dan SMA.



Dalam pantauan Enewsindonesia.com, para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan “DPRD jangan amnesia janji 3 tahun lalu“. Massa juga membakar 3 ban bekas di lokasi unjuk rasa.

Kurang lebih 40 anggota kepolisian dengan peralatan lengkap diturunkan dari Polres Morotai untuk mengawal berjalannya aksi demonstarasi tersebut.

Wahyudi salah satu orator mengatakan bahwa DPRD pulau Morotai amnesia dengan janji yang telah disampaikan beberapa tahun lalu.

“Kami atas nama Front Pemuda Bersatu mendesak agar hari ini DPRD dan Kadis PUPR harus segera ke lokasi untuk menyampaikan komitmen,” teriaknya dengan suara lantang.

Wahyudi menyebut akan kembali turun aksi bila aksi tersebut tidak di respon oleh Pemerintah Daerah dan DPRD.

Koordinator aksi, Riswan Kurung menerangkan bahwa aksi ini adalah bagian dari kekecewaan pihaknya atas persoalan yang terjadi di desanya yang sengaja diabaikan oleh DPRD dan Pemerintah Daerah Pulau Morotai.

“Olehnya itu, kami meminta agar persoalan talud, air bersih, dan transportasi pendidikan segera direalisasikan. Ini sudah lama tidak direspon oleh pemerintah, makanya kami melakukan aksi hari ini,” ujarnya.

Kabag Kesbangpol Morotai, Lauhin Goraahe yang turun langsung ke lokasi aksi menegaskan bahwa menggelar aksi tidak dilarang asalkan berdasarkan mekanisme dan prosedur aksi.

“Apalagi ini jalan umum yang tidak bisa dipalang. Mohon madsa aksi bergeser ke samping jalan agar kendaraan masyarakat bisa lewat normal, kami telah berkoordinasi dengan kadis PUPR dan DPRD, mereka sementara menuju lokasi jadi mohon masa aksi bersabar saja,” pintanya.

Pukul, 12.00 Wit, beberapa anggota DPRD dan Kadis PUPR tiba di lokasi aksi. Anggota DPRD diantaranya: Rasmin Fabanyo, Suhari Lohor, Fadli Djaguna, Suaib Kamil, Serly Jaena, Ricard Samatara dan Mahmud Kiat. Kadis PUPR: M Jain Kadir, ST.

Rombongan anggota DPRD dan Kadis PUPR langsung meninjau lokasi abrasi dengan melakukan Hearing bersama massa aksi.

“Persoalan ini sama seperti yang terjadi di Desa Mira dan Rahmat. Olehnya itu, kami meminta agar DPRD menyetujui anggaran yang kami usulkan sekitar 2 miliar dan tolong disetujui di tahun 2023 nanti,” ungkap M Jain Kadir.

M Jain melanjutkan, jika besok pihaknya turunkan alat untuk mengerjakan talud, diameminta partisipasi masyarakat dwngan tidak mempersulit alat berat.

“Jadi massa aksi tenang, karena tuntutan ini akan kami sampaikan ke pimpinan,” katanya.

Rasmin Fabanyo anggota DPRD menjelaskan bahwa tuntutan aksi telah direspon oleh Kadis PUPR. besok akan dikerjakan, termasuk air bersih akan dikoordinasikan.

“Begitu juga dengan masalah Mobil Pendidikan akan kami sampaikan ke Kadis Pendidikan. Jadi semuanya selesai ya, tolong bubarkan diri dengan tertib karena semuanya tuntutan aksi sudah kami akomodir,” terang Rasmin.





Penulis: Ranto Daeng BaduEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan