ENEWS, BONE ▪︎ Truk-truk ekspedisi dan truk besar lainnya marak terparkir liar di sepanjang jalan-jalan protokol Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal itu terpantau mengakibatkan sejumlah kemacetan.
Selain parkir sembarangan, beberapa truk besar juga melakukan aktifitas bongkar muat yang kian menambah sempit badan jalan yang dilalui.
“Aslinya bikin macet, tapi mereka acuh tak acuh. Kita ini pengendara yang kena dampaknya,” kata Icha salah seorang pengendara kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (30/3/2024).
Terpantau di Jl MT Haryono, truk-truk ekspedisi dan truk barang bisa ditemui terparkir berjejer di kawasan ini. Yang kerap membuat rentetan kemacetan. Kondisi serupa juga dapat ditemui di Jl Ahmad Yani, beberapa truk juga kerap terpantau parkir di kawasan-kawasan ini.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Bone, Andi Akbar mengakui aturan terkait bongkar muat ini telah diatur dalam Paraturan Daerah. Dimana para pengusaha gudang sudah diminta untuk membuat gudang di luar kawasan kota.
Hanya saja ada beberapa yang masih tetap melakukan aktifitas bongkar muat ini lantaran ingin lebih praktis. Padahal jika mengacu pada aturan, bongkar muat ini hanya bisa dilakukan di luar kota, untuk selanjutnya dibawa menggunakan mobil yang lebih kecil ke masing-masing grosir maupun retail.
“Ada perdanya terkait dengan itu, kita bisa bantu, jadi Satpol PP siap untuk bantu melakukan penertiban untuk truk-truk ini, kalau perlu kita buka izinnya,” ujarnya.
Bahkan jika para pengusaha gudang ataupun pemilik truk getol dan tidak tertib pihaknya siap mengambil sejumlah langkah agar izin mereka dicabut.
“Kalau perlu kita cabut, kalau memang tidak bisa melakukan kegiatan seperti apa yang diharapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu Pj Bupati Bone Andi Islamuddin telah meminta agar Dishub bersama Satpol untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadpa hal ini.
“Apalagi kan daerah-daerah ini menjelang buka puasa ini mengganggu sekali pak. Jadi ini harus jadi perhatian,” ujarnya.
Islamuddin juga mengharapkan ada rapat internal yang melibatkan TNI-Polri untuk mengusut masalah ini. Dia memastikan masalah ini akan dievaluasi dalam waktu satu minggu ke depan. Apalagi Bone akan menghadapi hari raya Idul Fitri yang disebut akan mengundang banyak orang masuk ke kawasan kota..
“Jadi mulai besok kita minta untuk antisipasi di mana-mana tempat biasa agar tidak terulang dan tidak terjadi lagi, apalagi jelang hari raya Idul Fitri, kalau makin banyak orang ke sini pasti akan semakin membuat kemacetan,” ujarnya. (*)






