Tingginya Permintaan Batubara dari Luar Kalimantan Meningkat, Pemerhati Alam Ingatkan Dampaknya

ENEWSINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Banjarmasin terkenal dengan kekayaan yang cukup melimpah. Selain hutan yang bisa menghasilkan kayu yang diolah menjadi Plywood, Banjarmasin juga terkenal dengan hasil batu bara.

Dari data yang dihimpun, Batu bara banyak dihasilkan dari daerah Kabupaten Tapin Rantau, Binuang, Batu licin, Sungai Danau, Kintap.



Bukan pemandangan yang aneh bagi warga pesisir sungai Barito, Kalimantan Tengah dengan adanya batu bara yang diangkut menggunakan kapal Tongkang yang ditarik menggunakan kapal Tunda (Tug Bout) menuju ke laut untuk dipindahkan ke kapal besar.

“Kapal tongkang yang bermuatan batu bara hampir setiap jam melewati sungai Barito tersebut bukanlah suatu kejadian aneh, tapi menjadi pemandangan sehari – hari,” tutur Hamdi selaku warga sekitar sungai Barito.

Menurut Hamdi, permintaan batu bara dari benua Eropa seperti Polandia, Jerman, Spanyol, dan Italia.

Hamdi mengungkapkan, kualitas batu bara di Indonesia ini di mata negara – negara Eropa cukup baik, khususnya batu bara dari Kalimantan Selatan ini yang banyak jadi lirikan negara Eropa sehingga saat ini banyak negara Eropa membeli demi memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

“Itu artinya, saat ini bagi para pemilik tambang yang ada di Banjarmasin siap – siap kebanjiran pesanan yang mungkin bersekala besar. Dengan itu, pasti dapat meningkatkan ekonomi di Banjarmasin,” terang Hamdi.

Drngan permintaan besar ini, Hamdi mengingatkan untuk tidak kebablasan yang pada akhirnya melupakan tentang keselamatan warga itu sendiri.

Pemerhati lingkungan asal Banjarmasin, Denny Agustino berpendapat bahwa dalam kurun waktu 15 tahun ini, batu bara di Tanah Borneo yang diangkut keluar pulau sangatlah besar. Dia berharap kepada Pemerintah Daerah agar mengadakan sosialisasi dan penyuluhan pentingnya memperhatikan ekosistem dan kehidupan satwa yang masih membutuhkan hutan dan dampak dari penggalian tambang yang dilakukan terus – menerus.

“Pembenahan atau reklamasi lahan baik itu dari perusahaan tambang itu sendiri ataupun dari warga yang di sekitar pertambangan tersebut dirasa perlu. Demi menjaga keseimbangan alam itu sendiri dan juga demi kelangsungan hidup,”imbuhnya saat ditemui di sebuah Kedai Kopi di Jalan Ahmad Yani, Km. 7.00.

Denni Agustino menyebut, batu bara yang sudah diangkut dari Banjarmasin ini sudah mencapai jutaan Ton.

“Semoga saja tanah Kalimantan ini tidak sampai terjadi banjir bandang akibat kerusakan hutan yang fatal,” pungkasnya, Selasa (5/7/2022).

Jurnalis: Ibrahim





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan