ENews, Polman •• Panitia Seleksi (Pansel) telah mengumumkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yakni, Agusnia Hasan Sulur, I Negah Trisumadana dan Nursaid.
Herman Kadir yang merupakan tenaga Ahli Gubernur Sulbar mengatakan, sekretaris Daerah (Sekda) adalah jabatan strategis yang tidak boleh dipolitisasi.
“Sebagai jabatan tertinggi dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kabupaten, posisi ini harus steril dari kepentingan politik praktis dan terbebas dari intervensi kelompok atau individu yang ingin memanfaatkan kekuasaan demi tujuan pribadi atau golongan,” kata Herman kepada ENews Indonesia, Kamis (6/8/2025).
Dikatakannya, mereka yang memiliki latar belakang politik aktif, rekam jejak keberpihakan, atau pernah terlibat dalam kontestasi politik, tidak selayaknya menempati posisi Sekda.
Menurut Anggota Dewan Pendidikan Polman itu, jabatan Sekda ini menuntut netralitas, integritas, dan profesionalisme tinggi, guna menjaga marwah birokrasi yang objektif dan melayani seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
“Sekda adalah episentrum dalam pembangunan daerah, yang perannya sangat vital dalam merancang, mengoordinasikan, dan mengawal implementasi kebijakan publik lintas sektor,” ujar pria yang akrab disapa Hervoel ini.
Namun, bukan sebagai instrumen untuk memperkuat kepentingan politik tertentu, apalagi memperalat birokrasi sebagai kendaraan kekuasaan. Riak-riak yang muncul dan menyudutkan salah satu calon Sekda saat ini justru sangat tidak relevan.
“Semua kandidat telah melewati proses seleksi yang ketat, dengan mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman birokrasi yang matang, serta kapasitas manajerial yang teruji,” ucapnya.
Horvoel juga mengatakan bahwa salah satu kandidat yang disorot merupakan Pejabat Eselon II di Kementerian Desa yang memiliki kinerja terbukti dan jaringan kerja yang luas ini adalah modal besar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Polman di tengah tantangan defisit anggaran dan di tengah efisiensi.
“Publik perlu melihat proses ini secara jernih dan objektif. Pengisian jabatan Sekda harus tetap berpegang pada prinsip meritokrasi, bukan didasarkan pada manuver politik atau tekanan kelompok tertentu,” imbuhnya.
“Jika Sekda terpilih berdasarkan kualitas, bukan kedekatan, maka Polman akan memiliki pondasi birokrasi yang kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkas Hervhoel.






