Pemilu  

Simulasi Sispam Kota Polres Berau

Foto: Suasana simulasi Sispam Kota Polres Berau. (Sumber Foto: Humas Polres Berau)

ENEWS PEMILU •• Polisi berusaha mengadang massa yang anarkis dalam situasi Pilkada 2024 saat latihan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (23/8/2024). Sispamkota tersebut untuk mempersiapkan anggota dalam menghadapi potensi gangguan selama pilkada.

Sispamkota tersebut dilaksanakan di Kantor Bupati Berau Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.



Sispam Kita itu melibatkan sebanyak 400 personel gabungan. Polres dan Polsek jajaran sebanyak 200 personel, serta 200 personel tim gabungan dari berbagai instansi terkait.

Simulasi tersebut berupa pelaksanaan kegiatan patroli kepolisian, pengamanan setiap tahapan pilkada, pengamanan penyelenggara pilkada, hingga kegiatan penanganan unjuk rasa baik berupa aksi biasa, damai, maupun anarkis.

Kapolres Berau AKBP Steyven Jonly Manopo yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut mengatakan kegiatan ini tujuannya untuk menyiagakan pasukan TNI – Polri dalam menghadapi operasi mantap praja yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Adapun keterlibatan personel sebanyak 2/3 dari kekuatan personel Polres Berau, kemudian dibantu dengan TNI, sehingga pelaksanaan kegiatan yang ada di operasi mantap praja tahun 2024 terlaksana dengan baik,” ucapnya melalui keterangan tertulisnya.

Orang nomor satu di Polres Berau tersebut mengatakan, tahapan pemungutan suara pilkada sesuai dengan jadwal tahapan pilkada pada tanggal 27 November 2024 atau tersisa 95 hari lagi.

Untuk itu, pihaknya menurunkan 420 personel staf gabungan dan jajaran polsek untuk mengamankan jalannya tahapan pilkada Bupati dan Wakil Bupati Berau.

“Personel akan kami sebar di 469 TPS dengan jumlah DPT (daftar pemilih tetap) sebanyak 197.976 orang di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Dari 469 TPS tersebut, ia mengungkapkan, semua wilayah bisa dikatakan daerah rawan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa mengganggu lancarnya pesta demokrasi.

“Kita tidak boleh underestimate, semua daerah kita anggap rawan. Ini untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas selama masa Pilkada berlangsung,” tandasnya. (Red)





Tinggalkan Balasan