Majene  

Sikap Tertutup Bulog Majene Mengundang Seribu Tanya

Ilustrasi. (Ist)

ENEWS MAJENE •• Dugaan maraknya jual beli beras oplosan di Indonesia mengkhawatirkan masayarakat. Diketahui, beras oplosan adalah beras kualitas premium yang dicampur dengan beras berkualitas rendah.

Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) polisi telah melakukan pemeriksaan ke Bulog Majene.



Meski demikian, pihak Bulog Majene terkesan tertutup kepada media saat akan dilakukan upaya konfirmasi terkait beras oplosan.

“Maaf beliau (kepala gudang Bulog Majene) mungkin tidak bisa ketemu, kata beliau kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan ke kantor Sub Polewali, begitu penyampaiannya,” ucap security yang berjaga di Bulog Majene saat ENews Indonesia mencoba melakukan upaya konfirmasi terkait beras oplosan, Sabtu (8/3/2025).

Ketua Aliansi Wartawan Siber Sulbar (Awass), Muhammad Idham sangat menyesalkan sikap tertutup pihak Bulog Majene.

“Sebagai lembaga publik, semestinya Bulog terbuka kepada masyarakat, jangan menutup-nutupi sesuatu informasi. Jika benar ada upaya untuk menutup dan menghalangi wartawan untuk meliput, patut dipertanyakan, berarti ada masalah di dalam,” tegasnya, Ahad (10/3/2025).

Mengutip Undang-Undang No. 40 Tahun 1999, Idham menegaskan bahwa tugas wartawan ialah menggali informasi dan kemudian disajikan menjadi sebuah berita kepada masyarakat.

“Wartawan memang tugasnya mencari dan menggali informasi untuk jadi bahan berita untuk menjadi konsumsi publik. Kalau dihalangi tugasnya, resikonya adalah pidana penjara 2 tahun atau denda Rp500 juta,” terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Majene, Adrian SH dikonfirmasi terpisah mengaku sejauh ini belum pernah ada informasi kegiatan yang digelar Bulog Majene.

“Soal kegiatan di Bulog Majene, saya tidak pernah tahu baik kegiatan beras, atau kegiatan apa saja, karena memang tidak pernah konfirmasi ke bidang saya, jadi saya tidak pernah kenal apalagi ketemu,” sebut Adrian kepada ENews Indonesia, Ahad (9/3/2025).

Adrian menegaskan bahwa beras yang disimpan di Bulog adalah beras yang disubsidi pemerintah, bukanlah yang bersifat privasi untuk diketahui publik.

“Beras bulog adalah beras yang disubsidi pemerintah yang disimpan di gudang bulog, ya, itu bukan rahasialah atau yang harus diprivasikan, memang harus diketahui publik karena memang diperuntukan serta diprioritaskan untuk masyarakat miskin,” terangnya.

#Arfan Renaldi





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan