Pemilu  

Siapa Pemilik Ribuan Sembako yang Ada di Bone?

Foto: Sembako yang terkumpul di sebuah rumah di Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. (Enews)

ENEWS PEMILU •• Sisa enam hari lagi, Pilkada serentak seluruh Indonesia akan digelar. Di Sulawesi Selatan (Sulsel) pertarungan politik semakin memansa antara pasangan calon (paslon) yang akan bertarung.

Sebuah potongan video dan beberapa foto yang memperlihatkan suplai sembako beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat ribuan paket sembako yang terbungkus dalam kantong hitam diturunkan dri beberapa mobil truk dan dikumpulkan dalam sebuah rumah di Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

banner 728x250

Selain itu, beredar pula narasi yang menyebutkan bahwa sembako tersebut milik paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Andi Islamuddin dan Andi Irwandi Natsir (Tegak Lurus) yang berafiliasi dengan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Dany Pomanto dan Azhar Arsyad.

Ketua Bawaslu Bone, Alwi menyatakan setelah tersebarnya berita tersebut pihaknya langsung melakukan tindakan pengawasan oleh Panwascam dan akan memastikan terlebih dahulu siapa pemilik rumah yang ditempati menyimpan paket sembako tersebut, juga maksud serta tujuan pengiriman paket sembako.

“Sementara ini kami langsung melakukan langkah pengawasan untuk mengetahui terlebih dahulu siapa pemilik barang dan untuk kepentingan apa? Kami juga memaksimalkan dan melakukan tindakan pencegahan dengan berkoordinasi dengan pemilik rumah, sambil juga melakukan pengawasan pada lokasi pendistribusian paket sembako tersebut,” jelas Alwi, Kamis (21/11/2024).

Lebih lanjut Alwi menegaskan akan terus mengidentifikasi memantau dan mengawasi pihak-pihak yang terlibat dalam hal tersebut.

“Kami sudah melakukan pengawasan, Sebelum barang ini didistribusikan harus dipastikan siapa pemiliknya,untuk kepentingan apa barang itu ditumpuk disitu, apalagi dalam momen kampanye,” katanya.

Jubir Paslon Tegak Lurus Buka Bicara

Juru bicara (jubir) Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bone bertagline “Tegak Lurus”, Aziz Alkatiri angkat bicara terkait narasi yang beredar menuding pemilik sembako tersebut adalah pihaknya.

“Terkait adanya issu pembagian sembako yang mengatasnamakan tegak lurus itu merupakan black campaign, kami akan melaporkan oknum yang diduga menyebarluaskan informasi tersebut,” tehas Azis saat dikonfirmasi Enews Indonesia, Kamis (21/11).

Lebih lanjut Azis menyampaikan bahwa pihaknya dari tim pemenangan Tegak Lurus dari awal menolak keras adanya money politic.

“Bahkan kami telah membuat sayembara untuk menangkap oknum yang melakukan money politic. Jangan menframing Tegak Lurus dengan money politic jangan-jangan ini merupakan sembako dari pasangan lain yang kemudian dituduhkan kepada pasangan Tegak Lurus,” kata Azis.

Jubir Paslon DIA juga Angkat Bicara

Tim Pemenangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Dani Pomanto – Azhar Arsyad juga bereaksi terkait tudingan pemilik sembako yang dialamatkan ke Paslon bertagline “DIA” itu.

Juru Bicara Danny – Azhar menegaskan, rekaman video dan audio yang beredar merupakan fitnah keji yang sangat merugikan pihaknya.

“Ini fitnah yang sangat keji di Pilkada saat ini. Pasangan Danny-Azhar justru berkomitmen tinggi mewujudkan Pilkada berintegritas, tanpa politik uang dan bagi-bagi sembako. Itu yang selalu kami kampanyekan di masyarakat selama ini,” tegas Asri di Makassar, Kamis (21/11/2024).

Menurut Asri, politik uang dan bagi-bagi sembako adalah praktek yang sangat merusak kualitas demokrasi di daerah ini sehingga harus dilawan bersama-sama.

“Danny-Azhar sejak awal mengajak masyarakat melawan politik uang dan sembako. Sehingga tuduhan ini benar-benar fitnah luar biasa kepada DiA,” ujarnya.

Asri menjelaskan, fitnah keji yang dialamatkan kepada Danny-Azhar ini bisa jadi merupakan cara lawan yang seolah bersembunyi menuduh pihak lain sebagai pelaku.

“Padahal justru merekalah yang mungkin akan melakukannya di lapangan, bagi-bagi sembako dan amplop. Pasalnya, jelang 27 November, elektabilitas DIA terus menanjak dan susah dikalahkan,” jelas Asri.

Karena itu, Tim Hukum DIA akan segera mengambil langkah hukum atas fitnah dan tuduhan tak benar yang kini mulai viral di sosial media.

“Tim hukum Danny-Azhar akan segera melaporkan kepada penegak hukum sebagai perbuatan pencemaran nama baik Paslon kami, juga sebagai indikasi pelanggaran kepemiluan. Harus ada yang bertanggungjawab akan hal ini,” beber Asri.

Selain itu, Asri juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama-sama melawan setiap bentuk politik uang dan sembako di Pilkada nanti.

“Mari kita lawan politik uang dengan kecerdasan. Jangan mau dibeli, karena suara rakyat sesungguhnya tak ternilai. Jangan gadaikan masa depan 5 tahun hanya dengan paket sembako atau amplop. Pilih pemimpin terbaik sesuai hati nurani kita masing-masing,” pungkas Asri. (Lee)





Tinggalkan Balasan