ENEWS, BONE ••》Sore itu, langkah-langkah para relawan menyusuri lorong-lorong kampung di Kabupaten Bone. Di tangan mereka, terbungkus rapi paket-paket sembako yang akan diantarkan dari rumah ke rumah.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Kader Penggerak Bangsa (KPB) memilih menyambutnya dengan cara sederhana namun penuh makna: berbagi.
Bukan sekadar membagikan beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara kepedulian dan harapan.
Marbot masjid, para janda, jompo, serta warga kurang mampu menjadi prioritas penerima bantuan.
Ketua Kader Penggerak Bangsa, Muh. Syamsuddin, mengatakan Ramadhan selalu menghadirkan panggilan untuk lebih peka terhadap sekitar.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita, terutama marbot masjid, para janda, dan lansia yang kurang mampu, dapat menyambut bulan suci dengan hati yang tenang dan kebutuhan pokok yang tercukupi,” ujarnya.
Di salah satu masjid, Tamaruddin (57), seorang marbot yang sehari-hari mengurus kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Selama bertahun-tahun, ia mengabdikan diri memastikan masjid siap menyambut jamaah, terlebih saat Ramadhan ketika aktivitas ibadah meningkat.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Semoga yang memberi selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” tuturnya pelan, dengan mata berkaca-kaca.
Bagi panitia, marbot adalah sosok yang kerap luput dari perhatian. Padahal, peran mereka sangat vital dalam menjaga rumah ibadah tetap bersih dan nyaman.
Jamaluddin, salah satu panitia kegiatan, menegaskan bahwa perhatian kepada marbot adalah bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Proses pembagian dilakukan secara langsung. Para relawan muda yang tergabung dalam KPB ikut mendata penerima, mengemas paket, hingga mengantarkannya.
Semangat gotong royong terasa kuat, seolah menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang menjadi napas masyarakat Bone.
Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas tak pernah kehilangan relevansi.
Dukungan pun datang dari berbagai pihak. Ketua DPC PKB Bone, Umardin, menyebut aksi sosial tersebut sebagai cerminan nilai perjuangan dan pengabdian kader di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen moral dan sosial dalam menyambut Ramadhan,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota DPR RI Komisi X, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si, yang akrab disapa Puang Amure.
Menurutnya, pembagian sembako menjelang Ramadhan sangat relevan mengingat kebutuhan pokok masyarakat cenderung meningkat.
“Kehadiran kader di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kepedulian sosial masih kuat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan berbagi, aksi ini menjadi momentum mempererat ukhuwah. Setiap paket yang diserahkan bukan hanya berisi bahan makanan, tetapi juga pesan bahwa tidak ada yang benar-benar sendiri dalam menyambut Ramadhan.
Di penghujung kegiatan, harapan pun disematkan. Agar gerakan kecil ini terus tumbuh, menjangkau lebih banyak tangan yang membutuhkan, dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk turut berbagi.
Sebab pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan kepedulian dalam bentuk nyata, mengetuk pintu-pintu harapan, satu per satu. (Red)






