ENEWS, MAJENE ••》Seorang warga bernama Maraali mengalami luka tembak di bagian betis setelah terkena peluru senapan angin yang diduga dilepaskan oleh Itok, warga yang tengah berburu burung di kawasan hutan dan kebun Dusun Rattepadang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Jumat (13/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat Itok melakukan aktivitas berburu seperti biasa. Ketika membidik buruan, peluru yang dilepaskannya tanpa sengaja mengarah ke kebun milik Maraali.
Saat kejadian, Maraali tengah berjalan menuju sumur di kebunnya untuk mengambil air minum.
Setelah mengisi jerigen dan hendak kembali ke gubuknya, ia tiba-tiba terjatuh.
“Di saat saya hendak kembali ke gubuk dan menenteng jerigen berisi air untuk memasak, tiba-tiba saya tersungkur. Saya kaget, lalu melihat darah keluar dari betis saya,” ungkap Maraali ke0ada ENews Indonesia.
Itok yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kebun Maraali awalnya tidak menyadari peluru yang dilepaskannya mengenai seseorang.
Namun beberapa saat kemudian, ia mendengar suara rintihan yang memanggil nama istrinya, Rahamiah.
“Mendengar suara rintihan itu saya langsung berlari menuruni bukit. Saat sampai di lokasi, saya kaget melihat yang terkena tembakan ternyata Om saya, Maraali,” ujar Itok dengan wajah pucat.
Tanpa menunggu lama, Itok langsung menggendong korban menuju kampung di Dusun Rattepadang yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas (PKM) Tammero’do menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan penanganan medis.
Itok menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut dan mengaku tidak akan lagi melakukan aktivitas berburu.
“Mulai detik ini saya tidak akan lagi berburu. Ini jadi teguran buat saya. Saya bersyukur korban hanya di bagian kaki. Kalau di bagian vital, mungkin nasib saya berbeda,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan lebih lanjut atas peristiwa tersebut.
(M Kamil)






