BONE, SULSEL •• Sedekah Kopi ala Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman menjadi pembahasan hangat di kalangan masayarakat Bone, sehangat kopi yang disuguhkan oleh Warkop Megazone Jalan Agussalim tempat Mentan Amran menyumbangkan uang dengan limit Rp100 juta untuk biaya minum kopi masayarakat Bone.
Sebagian masyarakat menyampaikan bahwa Sedekah Kopi yang dilakukan saat momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 itu jangan dikaitkan dengan politik.
“Yah, kalau menurut saya, kita sebagai masyarakat Bone seharusnya ikut berterimakasih dengan niat baik beliau (Mentan Amran). Janganlah sedikit-sedikit dikaitkan dengan politik. Faktanya, yang kemarin di Mega Zone itu kan, bukan hanya untuk pendukung saja, siapapun bisa menikmati. Contohnya, saya yang dianggap berbeda pilihan, juga ikut traktiran kopi,” ungkap salah seorang politikus Golkar, Rismono kepada Enews Indonesia, Kamis (5/9/2024).
Namun, salah seorang netizen di grup Info Kejadian Bone Official tidak menyalahkan orang yang mengaitkan Sedekah Kopi itu berkaitan dengan politik apa lagi di momen Pilkada 2024 ini.
“Wajar kalau orang mengkaitkan dengan politik karen konteks kejadiannya di masa pilgub dan pilbup. Pada saat yang sama, secara personal pak Mentan bersaudara kandung dengan dua calon peserta pemilihan. Lain halnya kalau yang melakukan itu bukan tokoh politik dan dilakukan di luar waktu kontestasi perebutan kekuasaan, kemudian orang mengkaitkan dengan politik, itu baru keliru,” kata Darwis salah seorang netizen sebagaimana dikutip dari grup Whatsapp Info Kejadian Bone Official, Kamis 5 September 2024.
Darwis menambahkan, sepanjang dalam koridor analisa, pengaitan tersebut justru positif bagi pengetahuan demokrasi warga Bone. Masyarakat dibiasakan mengamati peristiwa politik dan menyampaikan pendapatnya.
“Ilmu tanda mengatakan ‘Kalau ada asap itu tandanya ada api’. Begitu kira-kira analoginya. Jadi momen dan kejadian itu tidak terpisahkan,” kuncinya.
Sebelumnya diberitakan, suguhan kopi gratis sedekah dari Mentan Amran menjadi perbincangan yang ramai di beberapa grup medsos yang diwarnai beragam tanggapan.
“Bagus juga ini program kopi gratis mengurangi biaya pembeli gulanya ibu’e,” komentar salah satu netizen.






