ENEWS BONE •• Terungkapnya kasus utang piutang PTPN 1 Pabrik Gula Bone ke pihak rekanan menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial. Bahkan, netizen menyebut utang pabrik gula tertua di Indonesia Timur itu bukan hanya di CV Sibon Karsa Utama.
“Dri dulu duitnya nggak lancar, sewa mobil yang muat tenaga tebang aja kadang-kadang sampai 3 bulan baru bayar,” tulis salah satu akun Facebook @Fay Abrar di grup Info Kejadian Bone Official.
“Hahahaha, gak heran aku,” kata netizen lain @Emhy MhoDhe.
“Pantas banyak karyawan dimutasi ke PGC (Pabrik Gula Camming),” tulis akun Tiktok @Kuli Pabrik di akun Tiktok Enews Indonesia.
“Utang terus, jangan-jangan ada sesuatu,” tulis akun Tiktok @mhmmdar117.
Sementara, di grup media sosial Whatsapp, salah satu netizen mengungkapkan bahwa Pabrik Gula Bone punya utang Miliaran.
“Kwkw, yang lebih lama dan miliaran (utang PGB) banyak kok,” tulis VNA.

Selain itu, ada pula netizen yang menyebut bahwa pihak Direksi PTPN 1 belum membayarkan Santunan Hari Tua (SHT) kepada sejumlah pensiuanan.
“Utang SHT karyawan mungkin juga ada, yang kantor direksi dan kebun-kebun lain ada utang SHT ke karyawan,” ungkap salah seorang eks karyawan PTPN 1 yang meminta identitasnya tak disebutkan.
“Termasuk saya,” tambahnya.
Sebelumnya, pihak Direksi PTPN 1 Regional 8 Pabrik Gula Bone membenarkan adanya tunggakan utang ke pihak perusahaan rekanan CV Sibon Karsa Utama.
“Izin bapak, memang benar, kami ada utang sekitar Rp140 juta seperti yang disebutkan (diberitakan), tepatnya Rp. 131.251.977,” ungkap Sekretaris Direksi PTPN 1, Hamsah kepada Enews Indonesia, Jumat 23 Agustus 2024.
Hamsah menjelaskan, utang tersebut adalah utang piutang bisnis biasa dan berkomitmen untuk menyelesaikannya.
“Perusahaan punya komitmen yang tinggi untuk menyelesaikannya, sama seperti utang piutang bisnis lainnya,” tambahnya.
Sementara, pihak CV Sibon Karsa Utama dalam pernyataan terbarunya menyebut pihak PTPN 1 tidak ada upaya untuk menyelasaikan tunggakan utangnya.
“Tidak ada upaya mau naselesaikan (utangnya). Janji saja terus,” ucapnya kesal, Ahad 25 Agustus 2024.
Ditambahkannya, selaku pebisnis, pihak PTPN 1 Pabrik Gula Bone mestinya tahu kerugian yang ditimbulkan bila pembayaran menunggak hingga bertahun-tahun.
“Tidak bisaka hitung ndi (kerugiannya). Sudah 2 tahun lebih uang mengendap, jika mengacu kredit bank yang 12 persen per tahun, kira-kira sudah berapa,” papar Usman.






