Mengintip Aktivitas TKA/TPA ‘AKORANG’, Mengaji Menggunakan Metode Isyarat

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Metode mengaji dan menghapal ayat suci Al qur’an dengan bahasa isyarat pertama kali di terapkan oleh Ustzah Sa’diyah Direktris Pondok Pesantren Darul Huffadh Putri yang beralamat di Desa Tarasu (77), Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi selatan.

Metode ini juga diterapkan di sebuah Taman Pendidikan Al qur’an (TPA) ‘AKORANG’ yang ada di Jalan Ahmad yani depan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bone.

   
 

Selain taman pendidikan al qur’an, tempat ini juga mengadakan kajian tafsir alqur’an bahasa bugis, dan kajian pemikiran islam yang berlaku untuk umum.

 

Nama ‘AKORANG’ sendiri diambil dari bahasa bugis yang berarti Al Qur’an. Yayasan ini berdiri pada tanggal 1/1/2020 dan merupakan cabang dari yayasan Khotamun Nabiyyin Center yang berpusat di ibu kota Jakarta.

Salah satu penanggung jawab ‘Akorang’ ini, yaitu Iswanto yang merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Huffadh 77 Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, mengatakan bahwa hal yang paling utama kami ajarkan ke santri itu adalah akhlak.

“Metode isyarat bertujuan untuk memudahkan para santri mengenali huruf Al Qur’an, dan memudahkan dalam menghapal Al Qur’an, untuk saat ini santri kami kurang lebih 30 orang, dan pendaftaran masih kami buka, persyaratannya dari umur 5 tahun sampai SMP,” ujar Iswanto, Kamis (26/November/2020).

“Adapun materinya kami dahulukan tentang akhlak, contohnya tentang salam, kebersihan, dan berbuat baik kepada ke dua orang tua, dll, kemudian jadwal belajarnya mulai senin – jum’at (pukul 13:30 – 16.00),” pungkasnya.

 

banner 728x250    banner 728x250  

Tinggalkan Balasan