ENEWS, BONE •• Universitas Sipatokkong Mambo (Unsima) baru-baru ini melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan laboratorium terpadu, di Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Rittang Barat, Senin (27/10/2025).
Groundbreaking tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin.
Akan tetapi, momentum yang bersifat simbolis ini justru menuai kritik pedas dari kalangan mahasiswa terkait lokasi pembangunan yang dinilai sangat jauh dari kampus utama sekitar 3,2 km.
Laboratorium, yang direncanakan sebagai pusat praktikum mahasiswa, dikabarkan dibangun di luar area utama kampus, sehingga membutuhkan waktu tempuh yang cukup signifikan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa mengenai efektivitas kegiatan akademik di masa mendatang, terutama bagi jurusan-jurusan yang memerlukan akses rutin ke laboratorium.
Seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan,
“Kami tidak menentang pembangunan ini, tetapi apa manfaatnya laboratorium jika lokasinya terlalu terpencil dari kegiatan perkuliahan utama? Mahasiswa memerlukan fasilitas yang mudah diakses, bukan sekadar peresmian dengan peletakan batu pertama.”
Selain masalah jarak, mahasiswa juga menyoroti kurangnya transparansi dalam proses perencanaan lokasi.
Mereka berharap pihak kampus dapat lebihMempertimbangkan aspek kemudahan akses, keamanan, dan integrasi fasilitas akademik, dan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata.
(Zul/Redaksi)






