ENEWSINDONESIA.COM, GOWA – Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Indonesia Kolaka (PP-IMPPAK) Makassar berkolaborasi dengan Komunitas Pemuda Cinta Agama melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Jumat (01/09/2023).
Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Nilai Humanitas:menebar kepedulian dan menciptakan Kebersamaan”. Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Paranglompoa, Pemerintah Kecamatan Bontolempangan, Polsek Bontolempangan dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mulai tanggal 26 sampai 30 Agustus 2023 itu antara lain Pengecatan mesjid, renovasi sekolah jarak jauh SDI Borongbulo, pengajaran di sekolah, lomba menggambar untuk anak-anak, sepak bola, dan balap karung serta beberapa kegiatan lainya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Indonesia Kolaka (PP-IMPPAK) Makassar, Andi Baso Bintang dalam sambutannya menuturkan bahwa Pengabdian Desa ini sengaja digelar di desa yang dikenal dengan tingkat kerukunan hidup antar umat beragama masyarakatnya.
“Semoga kegiatan yang dilakukan dapat membantu dan bisa selaras dengan moderasi dan toleransi di desa ini,” ucapnya.
Rahman, Ketua Panitia Pengabdian Desa, berharap bahwa agar implementasi kegiatan ini dapat selaras dengan adat dan tradisi di desa tersebut.
“Harapannya, kegiatan ini dapat mengimplementasikan kegiatan ataupun program kerja yang selaras dengan adat, tradisi, dan kebiasaan lainnya di Desa Paranglompoa ini,” ujarnya.
Diketahui, Desa Paranglompoa merupakan salah satu desa yang populer dengan kehidupan rukun masyarakatnya yang berbeda-beda agama.
Kepala Desa Paranglompoa sendiri berharap kegiatan Mahasiswa dalam hal ini Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Indonesia Kolaka (PP-IMPPAK) Makassar berkolaborasi dengan Komunitas Pemuda Cinta Agama bisa memberikan inovasi sosial yang dibutuhkan masyarakat.
“Saya berharap adek-adek dari dua organisasi di Desa Paranglompoa dapat memberikan inovasi yang baru kepada warga disini, baik dari segi kesehatannya maupun pengetahuan yang mungkin warga disini masih belum luas wawasannya,” harapnya. (*)






